<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ditogendut</title>
	<atom:link href="http://ditogendut.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ditogendut.wordpress.com</link>
	<description>The life and thoughts of an oversized owl</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 20:04:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ditogendut.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/67b364d23ced4f8b7021af6f31a6e60d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ditogendut</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ditogendut.wordpress.com/osd.xml" title="Ditogendut" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ditogendut.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Le Roi Danse</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2010/11/18/le-roi-danse/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2010/11/18/le-roi-danse/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2010 11:44:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[. Note: Okay, gue tahu seharusnya gue menulis tentang kehidupan gue di Surabaya, tapi jujur saja hampir tidak ada hal luar biasa yang patut untuk diceritakan sampai dengan saat ini. Jadi daripada blog ini menganggur, akhirnya gue memutuskan untuk menulis entry ini. Semoga saja nanti-nantinya ada hal-hal menyenangkan yang bisa gue tulis mengenai kehidupan baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=421&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>.<br />
<a href="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/le-roi-danse.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-422" title="Le Roi Danse" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/le-roi-danse.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Note: Okay, gue tahu seharusnya gue menulis tentang kehidupan gue di Surabaya, tapi jujur saja hampir tidak ada hal luar biasa yang patut untuk diceritakan sampai dengan saat ini. Jadi daripada blog ini menganggur, akhirnya gue memutuskan untuk menulis entry ini. Semoga saja nanti-nantinya ada hal-hal menyenangkan yang bisa gue tulis mengenai kehidupan baru gue di Surabaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Film ini berjudul <em>La Roi Danse</em> (Sang Raja Sedang Menari). Film ini adalah film berbasa Perancis buatan tahun 2000 oleh seorang sutradara Belgia bernama Gerard Corbiau.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita film ini berfokus pada kehidupan dan hubungan dua orang tokoh utamanya. Tokoh yang pertama adalah seorang komposer musik <em>Baroque</em> bernama Jean Baptiste Lully (1632-1687),</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/jean-baptiste-lully.jpeg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-423" title="Jean Baptiste Lully" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/jean-baptiste-lully.jpeg?w=206&#038;h=300" alt="" width="206" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">yang dimainkan oleh Boris Terral.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/boris-terral.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-424" title="Boris Terral" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/boris-terral.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Lalu penokohan yang kedua adalah Raja Louis XIV (1638-1715),</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/louis-xiv.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-425" title="Louis XIV" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/louis-xiv.jpg?w=251&#038;h=300" alt="" width="251" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">yang dimainkan oleh Benoit Magimel.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/benoit-magimel.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-426" title="Benoit Magimel" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/benoit-magimel.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Gue nggak begitu tahu mengenai seberapa tepatnya film ini menceritakan sejarah kehidupan dan hubungan kedua tokoh itu. Biasanya gue agak terganggu dengan film-film dokumenter yang terlalu melenceng dari sejarah sebenarnya, namun untuk kali ini gue bersedia untuk menutup mata terhadap ketidaktepatan yang mungkin ada. Sebabnya adalah, musiknya amat sangat bagus sekali!</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum menonton film ini gue sama sekali tidak tahu apa-apa tentang komposer yang bernama Jean Baptiste Lully, tapi begitu selesai menonton film ini, gue langsung termehek-mehek dengan komposer yang satu itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu diperhatikan bahwa pada setting waktu yang ada di film itu, Perancis menganut selera musik yang berbeda dengan Italia. Itali cenderung kepada opera, sedangkan Perancis lebih cenderung menyukai lagu-lagu yang mengiringi tarian dan balet.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebetulan, raja Louis XIV suka menari. Ingat, dia bukan suka MENONTON tarian, tapi dia suka MENARI. Lully, yang kelahiran Florence (bagian dari Itali), adalah seorang komposer dengan ciri-ciri musik yang dinamis sehingga lagu-lagu buatannya memang cocok untuk menari.</p>
<p style="text-align:justify;">Klop kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Karena kecocokan itulah Lully kemudian menjadi komposer favorit Louis. Lully sendiri merasa ia telah menemukan &#8216;kanvas&#8217; yang tepat dalam diri Louis. Jadilah Lully sering membuat komposisi-komposisi lagu yang sengaja dibuat khusus untuk mengiringi tarian Louis.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena sering berkreasi dalam musik dan tari bersama-sama, hubungan Raja-Komposer itu menjadi dekat, bahkan Lully menjadi salah satu dari sedikit orang yang dianggap oleh Louis sebagai teman.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari kedekatan itu juga Lully jadi bisa memperhatikan dan menyaksikan secara langsung perkembangan Louis dari yang hanya merupakan seorang anak kecil yang diangkat menjadi raja &#8216;boneka&#8217; oleh ibu dan menteri-menterinya, sampai Louis menjadi raja yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah yang menjadi tema inti film ini, kehidupan raja Louis XIV dilihat dari mata seorang komposer istana.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi untuk gue pribadi, itu tidak penting. Kalau sekedar ingin mengetahui sejarah asli kehidupan Louis dan Lully, gue bisa cari-cari website yang membahas tentang itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang membuat gue termehek-mehek berat dengan film ini adalah musiknya. Lagu-lagu yang dikedepankan dalam film ini tentu saja lagu-lagu yang dibuat oleh Lully, dan hampir semuanya benar-benar membuat gue terpesona.</p>
<p style="text-align:justify;">Contohnya adalah &#8220;Te Deum&#8221; yang ada di video ini (lagunya dimulai di menit 2:41).</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://ditogendut.wordpress.com/2010/11/18/le-roi-danse/"><img src="http://img.youtube.com/vi/mkMMNq7r2Zo/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;">Yang ditampilkan di video itu memang bukan Te Deum yang lengkap. Itu hanya pembukaannya saja. Setelah itu seharusnya mulai masuk solo Tenor, disusul Bariton, dll sampai akhirnya paduan suara lengkap (panjang lagu itu aslinya 6 menit sendiri).</p>
<p style="text-align:justify;">Selain lagu-lagunya, ada faktor lain yang membuat gue terpesona dengan film ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kostumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun ada beberapa kostum yang jujur saja terlalu <em>tacky</em> untuk selera gue, tapi gue harus mengakui bagian <em>wardrobe</em> film ini sudah berkerja dengan sangat baik.</p>
<p style="text-align:justify;">So, untuk anda yang suka lagu-lagu <em>baroque</em>, atau film dokumenter (walaupun tidak benar-benar akurat),  atau kostum-kostum eropa jaman abad ke-17, atau sekedar ingin melatih kemampuan bahasa Perancis, silahkan saja menonton film ini. Hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">(Arrrrggghhh&#8230;. akhirnya gak tahan juga buat menulis ketidak tepatan film ini. Ada bagian dimana Louis ceritanya lagi sakit parah, dan demi mempertahankan keberlangsungan kerajaan dan dinasti, ibu Louis meminta Luois untuk menunjuk sepupu Louis sebagai pewaris tahta. Aslinya Louis punya adik laki-laki bernama Phillipe, jadi dia tidak perlu menunjuk siapa-siapa untuk menggantikan dirinya kalau dia sampai meninggal sebelum sempat punya anak. Oke lah, harus gue akui kalau adik Louis adalah seorang gay, tapi fakta itu tidak pernah menghalangi siapapun untuk naik jadi raja sebelumnya (atau di masa-masa sesudahmya). Kalau penasaran adik Louis itu seperti apa, monggo dilihat sendiri</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/phillipe-dorleans.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-428" title="Phillipe d'Orleans" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/phillipe-dorleans.jpg?w=223&#038;h=300" alt="" width="223" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Okay, his bow tie really made him looks oh so fabulous</em>. Tapi sekali lagi, tidak ada alasan apapun yang bisa membuat Phillipe dilupakan begitu saja dalam sebuah film yang membahas tentang kehidupan Louis.)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=421&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2010/11/18/le-roi-danse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/le-roi-danse.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Le Roi Danse</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/jean-baptiste-lully.jpeg?w=206" medium="image">
			<media:title type="html">Jean Baptiste Lully</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/boris-terral.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Boris Terral</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/louis-xiv.jpg?w=251" medium="image">
			<media:title type="html">Louis XIV</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/benoit-magimel.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Benoit Magimel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/phillipe-dorleans.jpg?w=223" medium="image">
			<media:title type="html">Phillipe d&#039;Orleans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A New Start (?)</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2010/11/14/a-new-start/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2010/11/14/a-new-start/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 19:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[diari]]></category>
		<category><![CDATA[family & friends]]></category>
		<category><![CDATA[notariat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[. Your Summer Ride is a Beetle Convertible Fun, funky, and a little bit euro.&#160; You love your summers to be full of style and sun! What&#8217;s Your Summer Ride? Blogthings: Cheaper Than a Therapist &#160; Ya ya ya, gue tahu kalau gue sudah berbulan-bulan tidak menulis blog, dan gue tidak punya alasan baik untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=408&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="350" align="center">
<tbody>
<tr>
<td align="center" bgcolor="#eeeeee"><span style="color:black;font-size:14pt;font-family:Georgia,Times New Roman,Times,serif;"><br />
<strong><a href="http://www.blogthings.com/whatsyoursummerridequiz/results/?result=Beetle">Your Summer Ride is a Beetle Convertible</a></strong><br />
</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:center;" bgcolor="#ffffff"><img class="aligncenter" src="http://www.blogthingsimages.com/whatsyoursummerridequiz/beetle-convertible.jpg" alt="" width="100" height="100" /><br />
<span style="color:#000000;"><br />
Fun, funky, and a little bit euro.&nbsp;</p>
<p>You love your summers to be full of style and sun!</p>
<p></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div style="text-align:center;"><a href="http://www.blogthings.com/whatsyoursummerridequiz/">What&#8217;s Your Summer Ride?</a></div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://www.blogthings.com">Blogthings: Cheaper Than a Therapist</a></div>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Ya ya ya, gue tahu kalau gue sudah berbulan-bulan tidak menulis blog, dan gue tidak punya alasan baik untuk hal itu.  <em>Really sorry about that.</em> :-p</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, sudah berapa lama nih? Terakhir menulis post di bulan Februari kemarin dan sekarang sudah bulan November. Berarti 9 bulan lamanya gue sudah tidak menulis post di blog. Ckckck&#8230; bener-bener lama ya. Kalau gue cewek pasti udah ada yang nanyain apa kira-kira gue hamil kok 9 bulan nggak ada kabarnya. Untung aja gue cowok. Hahaha&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, mari kita lakukan up-date tentang diri gue sejak bulan Februari itu. Pertama, gue sudah dapat SK sebagai notaris (yay!) dan bulan April kemarin gue juga sudah diambil sumpahnya sebagai Notaris di kabupaten Gresik, Jawa Timur.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan, ya, sejak bulan itu gue sudah pasang plang notaris di Gresik. Sayangnya plang itu baru dipasang di depan sebuah gedung pinjaman teman nyokap gue. Hiks&#8230; jadi intinya belum bisa dibilang kantor permanen lah. <em>Oh well</em>&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa yang gue lakukan antara bulan April sampai sekarang ini, yang mana sudah 5 bulan lamanya? <em>Well&#8230; nothing</em>. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Yup, gue tidak melakukan <span style="text-decoration:underline;">apapun</span>, atau paling tidak gue tidak melakukan sesuatu yang benar-benar konstruktif.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak bulan April itu gue konsentrasi dengan dengan proses penjualan rumah keluarga gue di Jakarta, yang mana prosesnya memakan waktu sampai bulan Agustus baru bisa selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara waktu-waktu itu gue hanya bisa mondar-mandir Jakarta-Gresik demi memenuhi syarat &#8220;tidak boleh meninggalkan wilayah tugas selama lebih dari 7 hari berturut-turut&#8221;. Haeh&#8230; Capek men jadi setrikaan mondar-mandir begitu. Tapi, namanya juga bagian dari resiko pekerjaan, mau diapakan lagi?</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu setelah proses jual beli rumah selesai di bulan Agustus itu, langkah selanjutnya adalah proses pindahan permanen dari Jakarta ke Surabaya. Ini juga perjuangan panjang yang jujur saja sampai sekarang belum benar-benar selesai (contohnya, KTP gue sekarang masih KTP Jakarta).</p>
<p style="text-align:justify;">Well, proses pindahan itu sendiri makan waktu sekitar 2 bulan dan pada tanggal 7 Oktober 2010 secara resmi gue pindah dari Jakarta ke Surabaya. <em>Yeah</em>! <em>I&#8217;m finally back to Surabaya baby</em>!</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, secara <em>de facto</em> gue sekarang adalah warga Surabaya sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Hehehe&#8230; Secara <em>de jure</em> gue masih warga Jakarta karena KTP gue masih KTP Jakarta dan gue masih belum tahu kapan bisa sempat ke Jakarta untuk mengurus perpindahan KTP itu. (kalau mengingat sifat gue, sepertinya kalau nggak kepepet banget mungkin nggak bakal gue pindah tuh KTP, hahaha&#8230;)</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk kalian yang tidak familier dengan geografi Provinsi Jawa Timur mungkin bertanya-tanya kenapa kok gue malah tinggal di Surabaya padahal gue adalah notaris Kabupaten Gresik. Jawabannya sebenarnya cukup sederhana. Kabupaten Gresik terletak pas di sebelah Barat Kota Surabaya. Jadi kalau kalian sedang melihat peta Provinsi Jawa Timur, dan kalian menemukan Kota Surabaya di peta itu, silahkan geser mata kalian sedikiiitt ke kiri, dan tadaaa&#8230; di situlah letaknya Kabupaten Gresik.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk kalian yang biasa di Jakarta, bayangkan letak Kabupaten Tangerang dari arah Kota Jakarta. Ya, seperti itulah letak Kabupaten Gresik terhadap Kota Surabaya. Terlebih lagi, sejarahnya bilang kalau Kabupaten Gresik itu dulunya disebut sebagai Kabupaten Surabaya. Kemudian antara Kabupaten dan Kota Surabaya itu mengalami pemekaran, dan keduanya memisahkan diri. Supaya tidak membingungkan (mungkin, gue nggak tahu pasti sebabnya apa), Kabupaten Surabaya merubah namanya menjadi Kabupaten Gresik.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah untuk waktu sekarang ini gue sedang berkonsentrasi mencari bangunan (gue nggak tahu bakalan ruko, atau kios, atau apaan) yang bisa gue sewa dan gue jadikan kantor permanen gue. Yah, kepengennya sih dapat tempat di pinggir jalan besar. Bangunannya sendiri tidak perlu besar atau luas, yang penting cukup untuk dipakai kerja, tapi yang lebih penting adalah letaknya harus di pinggir jalan besar. Alasannya supaya gue bisa &#8216;nampang&#8217; di hadapan khalayak ramai di Gresik.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan utamanya, gue adalah notaris baru. Itu saja sudah merupakan alasan utama kenapa gue harus nampang di pinggir jalan besar. Gue harus meyakinkan bahwa sebanyak mungkin orang harus bisa melihat plang nama gue, dan bisa melihat kantor gue. <em>It&#8217;s the only way</em> untuk mendapatkan klien karena notaris tidak diperbolehkan mempromosikan diri dengan cara lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan yang kedua adalah, gue bisa dibilang sebagai orang baru di Gresik dan bahkan di Jawa Timur secara keseluruhan. Di sini banyak notaris-notaris baru lainnya, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang Jawa Timur asli, atau lulusan Universitas Airlangga, atau sekedar sudah lama tinggal di Gresik, jadi mereka kemungkinan sudah punya kenalan-kenalan di sini yang bisa membantu mereka &#8216;menebar nama&#8217;. Sementara gue yang besar dan sekolah di Jakarta adalah seorang <em>newbie</em> di sini dan baru akan memulai membangun jaringan dengan orang-orang di sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Yah, dengan kata lain, masih ada BANYAK hal yang harus gue lakukan di sini. Tapi untuk sementara ini, gue harus berkonsentrasi mendapatkan tempat yang bisa gue sewa untuk menjadi kantor gue.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, lalu, ada satu hal lagi yang sebenarnya membuat gue akhirnya memutuskan untuk menulis post kali ini. Hal itu adalah, adik gue punya band. Yeay!</p>
<p style="text-align:justify;">Band dia bernama Flazlite. Jujur aja, gue belum tahu banyak tentang band dia itu, tapi kemarin malam dia ngasih tahu gue tentang account band dia itu di Myspace, dan di account tersebut Flazlite memposting lagu buatan mereka sendiri, jadi buat yang anda-anda sekalian yang pengen iseng-iseng mendengarkan lagunya silahkan langsung klik di bawah ini:</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.myspace.com/flazliteband" target="_blank"><span style="text-decoration:underline;"><strong>FLAZLITE BAND ON MYSPACE</strong></span></a></p>
<p style="text-align:justify;">Judul lagu mereka adalah &#8220;Meskipun Waktu&#8221;, dan sepertinya termasuk jenis lagu <em>ballad</em>. Gue nggak tahu memang mereka aslinya bermaksud membuat lagu itu jadi lagu <em>ballad</em> atau tidak, tapi yang gue tangkep setelah mendengarkan lagu itu adalah, ya, itu adalah sebuah lagu <em>ballad</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Adek gue adalah vokalisnya (namanya Heru) jadi, iya, itu adalah suara dia. Bagus ya? (bertanya begitu sambil tersenyum sadis dan memegang pisau dengan aura mengancam)</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi silahkan didengarkan, dan tinggalkan komentar di account mereka. Dengar-dengar mereka masih punya lagu lainnya, dan gue pengen cepetan dengerin lagu mereka yang lain itu. Hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Terakhir, gue berencana ingin lebih aktif lagi menulis post di blog ini, terutama tentang petualangan-petualangan gue di Surabaya, Gresik, dan bahkan mungkin di wilayah-wilayah lainnya di Jawa Timur ini. Doakan saya! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/408/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=408&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2010/11/14/a-new-start/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.blogthingsimages.com/whatsyoursummerridequiz/beetle-convertible.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Heidelberg, 4 Februari 2010</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2010/11/07/heidelberg-4-februari-2010/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2010/11/07/heidelberg-4-februari-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 16:45:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[diari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah entry lama (sesuai judulnya) tapi baru sekarang ingat buat diposting di sini. &#160; &#8220;Selamat ya, akhirnya SK kamu sudah keluar.&#8221; &#8220;Thanks.&#8221; &#8220;Besok kamu ulang tahun kan? Aku ucapin selamat dari sekarang saja ya, aku kuatirnya besok aku tidak sempat telepon.&#8221; &#8220;Terima kasih Na.&#8221; &#8230; &#8220;Kamu sepertinya lagi banyak pikiran ya?&#8221; &#8220;Kamu tahu?&#8221; &#8220;Dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=371&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/1896_telephone.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-377" title="1896_telephone" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/1896_telephone.jpg?w=292&#038;h=300" alt="" width="292" height="300" /></a></p>
<p>Ini adalah entry lama (sesuai judulnya) tapi baru sekarang ingat buat diposting di sini. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Selamat ya, akhirnya SK kamu sudah  keluar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Thanks.&#8221;</p>
<p>&#8220;Besok kamu ulang tahun kan? Aku ucapin  selamat dari sekarang saja ya, aku kuatirnya besok aku tidak sempat  telepon.&#8221;</p>
<p>&#8220;Terima kasih  Na.&#8221;</p>
<p>&#8230;</p>
<p>&#8220;Kamu sepertinya lagi banyak pikiran ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu tahu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dari tadi kamu cuma jawab omonganku  seadanya. Kamu cuma seperti itu kalau sedang banyak pikiran.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu sudah mulai capek lagi ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230; Iya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Mau sampai kapan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Apanya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu seperti ini mau sampai kapan? Dari  dulu kamu selalu berusaha melakukan apa yang orang minta dari kamu,  padahal kamu sendiri tahu kalau kamu capek melakukan itu semua.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sayangnya aku memang seperti ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tahu <em>mein leibe</em>, aku tahu. Tapi kuatir kamu tidak akan kuat kalau seperti ini  terus.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku juga tahu  itu kok.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sayangnya aku  juga tidak bisa meminta kamu berhenti bersikap seperti ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa begitu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena hubungan kita bisa bertahan sampai  sekarang karena sifatmu yang seperti itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230; Iya ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya mein liebe,  makanya aku juga berusaha menjalani apa yang kita punya sekarang ini  karena kamu yang seperti itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Terima kasih Na.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa  Na?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku ingin kamu  bisa santai kalau kepada aku. Terkadang aku ingin kamu bersikap egois  terhadap aku.&#8221;</p>
<p>&#8230;</p>
<p>&#8220;Tok? Kamu denger aku kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya aku dengar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu ngerti maksud aku kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku ngerti. Tapi sebenarnya aku juga sudah  bersikap egois terhadap kamu, baik kamu sadar atau tidak.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku sadar kok Tok.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iyakah?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu membicarakan tentang  penundaan-penundaan selama ini kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku sudah bersama kamu hampir 6 tahun Tok.  Meskipun 4 tahun dari 6 tahun itu kita jalani dengan saling berjauhan,  tapi aku ngerti garis besar apa yang kamu inginkan. Dan aku rela nunggu  sampai kamu mendapatkan apa yang kamu mau sampai puas.&#8221;</p>
<p>&#8230;</p>
<p>&#8220;<em>Mein  liebe</em>, kamu denger aku kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, aku denger kok.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa kamu kedengaran ragu begitu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku takut kalau aku tidak akan bisa puas.&#8221;</p>
<p>&#8220;Nggak apa-apa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bener?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bener. Kamu sudah mau mengikuti keegoisanku  selama ini. Aku rasa hanya akan adil kalau aku juga melakukan yang sama  untuk kamu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Terima  kasih Na.&#8221;</p>
<p>&#8220;Nggak  apa-apa mein  liebe. Lagipula kita masih  punya perjanjian kita kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Selalu. Perjanjian itu tidak akan pernah aku cabut.&#8221;</p>
<p>&#8221; Dengan perjanjian itu, paling tidak kamu  bisa fair terhadap aku.&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Selain itu, mein liebe, kita sudah punya kenangan akan malam itu kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Tok, kamu masih disana?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, kita akan selalu punya kenangan  tentang malam itu.&#8221;</p>
<p>&#8230;</p>
<p>&#8220;Ya sudah, kita sudahan dulu ya mein liebe. Besok aku kerja lagi, disini sudah hampir  setengah 11.&#8221;</p>
<p>&#8220;Okay.&#8221;</p>
<p>&#8220;Inget, jangan terlalu maksain kalau kamu  sudah capek.&#8221;</p>
<p>&#8220;Okay.&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Tschüss. Liebe dich.</em>&#8220;</p>
<p>*click*</p>
<p>&#8220;I love  you too.&#8221;</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=371&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2010/11/07/heidelberg-4-februari-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2010/11/1896_telephone.jpg?w=292" medium="image">
			<media:title type="html">1896_telephone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fidelio</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2009/12/20/fidelio/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2009/12/20/fidelio/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 21:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Huah, sudah lama tidak menulis post di blog sepertinya jari-jari gue udah mulai karatan nih. Hahaha&#8230; horror banget ya, jari kok sampe karatan? Oh well, jujur aja gue udah ngebet banget pengen bisa ngetik-ngetik sampe puas dari entah kapan. Tapi kayanya waktu penuh melulu. Ini aja sekarang gue bela-belain supaya bisa ngetik lagi. Sekarang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=361&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/12/beethoven_fidelio_barenboim_3984252492.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-362" title="Beethoven_Fidelio_Barenboim_3984252492" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/12/beethoven_fidelio_barenboim_3984252492.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p>Huah, sudah lama tidak menulis post di blog sepertinya jari-jari gue udah mulai karatan nih. Hahaha&#8230; horror banget ya, jari kok sampe karatan?</p>
<p>Oh well, jujur aja gue udah ngebet banget pengen bisa ngetik-ngetik sampe puas dari entah kapan. Tapi kayanya waktu penuh melulu. Ini aja sekarang gue bela-belain supaya bisa ngetik lagi.</p>
<p>Sekarang yang jadi masalah, gue udah bisa menyempatkan waktu untuk mengetik, tapi malah nggak tahu mau ngetik apaan.</p>
<p>Haih&#8230; ada-ada aja ya?</p>
<p>Oh well, mungkin buat pemanasan gue mendingan nulis tentang sesuatu yang gue sukai aja kali ya? Seharusnya itu bisa mempermudah proses pemanasan kan? (yah, paling nggak teorinya sih gitu. Tentang nanti hasilnya gimana mah belakangan aja dipikirin. Wakaka&#8230;)</p>
<p>Jadi, setelah memilih-milih mau menulis tentang apa, gue memutuskan untuk menulis tentang sesuatu yang sejak lama menjadi kesukaan gue tapi rada jarang gue bahas.</p>
<p>OPERA</p>
<p>Yup. Seni drama panggung yang dipadukan dengan seni vokal dimana para pemerannya bernyanyi seolah-olah paru-parunya mau meloncat keluar lewat mulut mereka. Huahahaha&#8230; ya ampun, ada apa sih sama gue malam ini, kok dari tadi ilustrasinya yang horror-horror melulu ya? Yang jari berkarat lah sampe paru-paru loncat dari mulut segala. Wew&#8230;</p>
<p>Tapi lalu mau membahas tentang opera yang mana ya? Secara lakon opera kan jumlahnya sebejibun amit-amit banyaknya.</p>
<p>Setelah memilih-milih lagi, akhirnya pilihan gue jatuh pada Fidelio. Opera yang dibuat oleh Ludwig van Beethoven.</p>
<p>Kenapa gue pilih yang satu ini? Alasannya sederhana. Ini adalah satu-satunya opera yang dibuat oleh Beethoven. Just as simple as that.</p>
<p>Beethoven menggubah komposisi musik yang jumlahnya mencapai angka yang membuat mahasiswa musik lari tunggang langgang karena sudah keburu takut disuruh menghapal satu per satu sama dosen mereka. Kalau nggak percaya, coba saja buka <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_compositions_by_Ludwig_van_Beethoven" target="_blank">daftar komposisi musik gubahan Beethoven di Wikipedia</a>.</p>
<p>Bagaimana? Cukup mengesankan kan jumlahnya?</p>
<p>Tapi dari sekian banyak hasil karya Beethoven, dia hanya membuat satu Opera, yaitu Fidelio. Kenapa dia hanya membuat satu opera? Tanya saja sama Beethoven-nya sendiri. Huahaha&#8230;</p>
<p>So, mari kita mulai membahas tentang Fidelio ini. Ringkasan Fidelio ini gue terjemahkan dari Wikipedia tanpa ada maksud untuk mengakui bahwa tulisan ini adalah seluruhnya hasil tulisan gue sendiri. Jadi kalau kepingin baca lebih lengkapnya lagi, silahkan buka <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fidelio" target="_blank">artikel Wikipedia yang membahas tentang Fidelio</a>.</p>
<p>Daftar peran dalam Fidelio:<br />
1. Florestan -&gt; Seorang tawanan di sebuah penjara<br />
2. Fidelio -&gt; Asisten penjaga penjara dan tokoh utama opera ini<br />
3. Rocco -&gt; Penjaga penjara<br />
4. Marzelline -&gt; Anak perempuan Rocco<br />
5. Jaquino -&gt; Asisten Rocco<br />
6. Don Pizarro -&gt; Kepala penjara<br />
7. Don Fernando -&gt; Seorang menteri<br />
(masih ditambah lagi dengan peran-peran figuran yang terdiri dari tawanan-tawanan lainnya, para prajurit, dan warga kota tempat penjara itu berada)</p>
<p>Catatan kecil: Gue suka sama Opera, tapi kalau gue harus menuliskan jalan cerita sebuah opera sangat sulit buat gue untuk memasukkan konsep bahwa para pemerannya bernyanyi sepanjang cerita. Jadi ada beberapa bagian yang tidak gue bahas karena bagian-bagian itu membahas tentang para pemeran yang bernyanyi tentang perasaan mereka masing-masing. Bayangin, buat gue yang suka sama opera aja konsep itu agak konyol, gimana buat mereka yang nggak suka sama opera ya? Hehehe&#8230;</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Act 1</span><br />
Opera ini dibuka dengan adegan Jaquino yang menanyakan kepada Marzelline kapan Marzelline akan bersedia menikahi dirinya, tetapi gadis itu menjawab bahwa ia tidak akan pernah menikahi Jaquino karena Marzelline telah jatuh cinta kepada Fidelio yang juga berkerja sebagai asisten penjaga penjara, sama seperti Jaquino. Mendapat jawaban seperti itu, Jaquino pergi meninggalkan Marzelline yang sibuk dengan pikirannya sendiri yang penuh dengan harapan untuk menjadi istri Fidelio. Tidak lama Jaquino kembali dengan disertai oleh Rocco, ayah Marzelline, dan ternyata mereka berdua sedang bertanya-tanya dimana Fidelio berada. Fidelio lantas muncul sambil membawa rantai-rantai tahanan yang baru saja diperbaiki. Rocco memuji keterampilan Fidelio yang bisa memperbaiki rantai-rantai itu, namun Fidelio menjawab pujian Rocco dengan merendahkan diri. Rocco mengira bahwa jawaban Fidelio yang rendah hati itu menandakan bahwa Fidelio juga punya hati terhadap puterinya.</p>
<p>Rocco kemudian memberitahu Fidelio bahwa begitu kepala penjara, Don Pizarro, pergi ke Seville maka Fidelio dan Marzelline bisa melangsungkan pernikahan mereka. Tetapi Rocco menasehati Fidelio bahwa agar agar bisa menjalani pernikahan yang bahagia, mereka perlu uang. Fidelio menjawab bahwa untuk saat ini ada satu hal yang lebih dia inginkan daripada uang, yaitu ia ingin tahu mengapa Rocco selalu tidak mengijinkan Fidelio membantu setiap Rocco mengurusi penjara bawah tanah, padahal Rocco selalu tampak lebih lelah setiap ia selesai mengurusi penjara bawah tanah. Rocco menjawab bahwa ada sel yang tidak boleh ditunjukkan kepada seorangpun di penjara bawah tanah itu, dan bahwa di sel itu ada tawanan yang sudah mendekam selama 2 tahun karena tawanan itu memiliki musuh-musuh yang berkuasa. Mendengar itu, Marzelline memohon kepada ayahnya agar jangan pernah membawa Fidelio dari pemandangan mengerikan seperti sel itu. Namun Fidelio terus mendesak Rocco, ia mengatakan bahwa ia cukup berani untuk menghadapi nuansa penjara bawah tanah yang mengerikan sampai akhirnya Rocco menyetujui permintaan Fidelio dan Marzelline juga akhirnya menarik keberatannya tadi.</p>
<p>Sepeninggal Fidelio, Jaquino, dan Marzelline, Rocco didatangi oleh Don Pizarro, si kepala penjara, dan Rocco memberikan pesan yang berisi peringatan kepada Don Pizarro bahwa besok seorang menteri bernama Don Fernando akan melakukan inspeksi mendadak untuk menginvestigasi berita kalau Don Pizarro adalah seorang kepala penjara yang tiran. Don Pizarro kaget karena ia tidk bisa membiarkan Don Fernando tahu tentang tawanan yang ada di penjara bawah tanah. Tawanan itu bernama Florestan, dan ia adalah seorang tawanan politik yang seharusnya sudah mati 2 tahun yang lalu. Akhirnya Don Pizarro memutuskan bahwa Florestan harus mati. Don Pizarro menawarkan untuk membayar Rocco kalau Rocco mau membunuh Florestan, namun Rocco menolak untuk melakukannya. Akhirnya Don Pizarro memutuskan bahwa ia sendiri yang akan membunuh Florestan, namun ia memerintahkan agar Rocco menggali liang kubur di dalam sumur mati yang ada di dalam penjara bawah tanah. Kalau Rocco sudah selesai menggalinya, maka ia harus memberi tanda sehingga Don Pizarro akan masuk ke penjara bawah tanah itu untuk membunuh Florestan. Sementara itu, Fidelio melihat kalau Don Pizarro dan Rocco sedang kasak-kusuk merencanakan sesuatu namun ia tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka rencanakan itu.</p>
<p>Sementara itu, Jaquino melanjutkan usahanya untuk melamar Marzelline menjadi isterinya, namun Marzelline berkeras menolaknya. Fidelio, yang kelihatannya punya agendanya sendiri dengan berkerja di penjara itu, meminta kepada Rocco untuk memberi kesempatan kepada para tawanan untuk berjalan-jalan di pekarangan penjara. Marzelline juga akhirnya ikut memohon kepada ayahnya untuk membiarkan para tawanan menikmati udara segar. Didesak seperti itu, Rocco menyetujui permintaan Fidelio dan Marzelline, dan bahkan ia akan berusaha mengalihkan perhatian Don Pizarro selama para tawanan menikmati beberapa menit kebebasan mereka mengirup udara segar. Para tawanan yang tidak sering mendapat kesempatan seperti itu bernyanyi untuk mengekspresikan rasa senang mereka, namun nyanyian mereka segera mereka hentikan karena khawatir akan terdengar oleh Don Pizarro.</p>
<p>Saat Rocco kembali, ia membawa beberapa berita baik untuk Fidelio. Berita pertama adalah Don Pizzaro mengijinkan Fidelio untuk menikah dengan Marzelline, sedangkan berita kedua adalah Don Pizarro mengijinkan Fidelio untuk menyertai dan membantu Rocco untuk mengurus penjara bawah tanah. Sebelum mereka berdua masuk ke penjara bawah tanah, Rocco memberitahu kepada Fidelio bahwa tawanan yang ada di dalam penjara bawah tanah itu sudah diputuskan untuk dibunuh dan dikuburkan secepatnya. Fidelio terkejut dengan berita itu, dan Rocco yang melihat betapa terkejutnya Fidelio menyarankan agar Fidelio untuk tidak ikut kali ini, tetapi Fidelio bersikeras untuk tetap menjalankan tugasnya itu dan ikut masuk ke penjara bawah tanah bersama dengan Rocco. Sebelum mereka berangkat untuk menjalankan tugas mereka, Jaquino dan Marzelline datang dan memberitahu Rocco agar melarikan diri karena Don Pizarro ternyata sudah tahu tentang para tawanan yang diberi kesempatan untuk keluar dari sel mereka, dan Don Pizarro sangat marah karenanya.</p>
<p>Sebelum mereka sempat bergerak, Pizarro sudah keburu datang dan menuntut penjelasan. Rocco beralasan bahwa hari itu adalah hari yang bersejarah (King&#8217;s Naming Day, apapun artinya itu, hieh&#8230;) dan ia sekedar memberi kesempatan kepada para tawanan untuk merayakan hari itu. Selain itu Rocco juga membujuk Don Pizarro untuk menyimpan kemarahannya untuk dilampiaskan kepada Florestan, si tawanan di penjara bawah tanah. Pizarro akhirnya hanya menyuruh Rocco untuk secepatnya menjalankan tugasnya, yaitu menggali kubur untuk Florestan, sembari menyatakan bahwa para tawanan harus kembali masuk ke sel mereka. Perintah mana yang dijalankan dengan setengah hati oleh Rocco, Fidelio, Jaquino, dan Marzelline.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Act 2</span></p>
<p>Fokus berpindah kepada Florestan yang berada di sel penjara bawah tanah. Dia menyanyikan aria yang terkenal sangat sulit untuk dinyanyikan dalam opera ini. Aria ini berjudul Gott! Welch Dunkel Hier! In Des Lebens Fruhlingstagen. Aria ini berisikan tentang kepercayaannya kepada Tuhan dan bayangannya tentang isterinya.</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=pJEUqzFcLkQ"></a><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://ditogendut.wordpress.com/2009/12/20/fidelio/"><img src="http://img.youtube.com/vi/pJEUqzFcLkQ/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Setelah itu Florestan rubuh dan jatuh tertidur. Rocco dan Fidelio datang dan menemukan Florestan yang sedang tidur, kemudian mereka bergegas melaksanakan tugas mereka menggali kubur untuk Florestan.</p>
<p>Saat mereka berdua sedang menggali, tiba-tiba Florestan terbangun dan akhirnya dia sadar bahwa selama ini dia telah menjadi tawanan Don Pizarro (yaolo, kemana aja nih orang 2 tahun terakhir kok bisa sampai nggak tahu ya?) dan bahwa sebentar lagi ia akan dibunuh. Florestan memohon kepada Rocco agar Rocco bersedia menyampaikan pesannya yang terkahir kepada isterinya yang bernama Leonore, namun Rocco mengatakan bahwa itu tidak bisa ia lakukan. Kecewa, akhirnya Florestan hanya meminta untuk diberi minum, dan Rocco memerintahkan kepada Fidelio untuk memberikan permintaan Florestan itu. Florestan sangat berterima kasih kepada Fidelio karena telah memberinya minum, dan mendoakan bahwa perbuatan baiknya itu akan dibalas di dunia selanjutnya. Fidelio yang tidak tega melihat Florestan seperti itu, akhirnya meminta kepada Rocco agar diijinkan memberi sepotong roti untuk Florestan, permintaan mana yang dikabulkan oleh Rocco.</p>
<p>Sesuai rencana awal, setelah ia selesai menggali liang kubur untuk Florestan, Rocco memberi tanda kepada Don Pizarro untuk datang. Tidak lama Don Pizarro datang bersiap untuk melaksanakan niatnya membunuh Florestan. Rocco memerintahkan Fidelio untuk keluar dari penjara bawah tanah. Fidelio berpura-pura menjalankan perintah itu, namun ia tidak keluar melainkan bersembunyi dan tetap berada di dalam penjara bawah tanah itu. Saat Don Pizaar mengeluarkan pisau yang dibawanya untuk membunuh Florestan, Fidelio muncul dari persembunyiannya untuk menghalangi Don Pizarro, dan akhirnya ia membuka indentitasnya yang sebenarnya.</p>
<p>Fidelio hanyalah nama samaran. Ia sebenarnya bernama Leonore, dan ia adalah isteri Florestan yang menyamar menjadi laki-laki bernama Fidelio agar bisa berkerja di penjara itu demi untuk mencaritahu tentang nasib suaminya. Don Pizarro mengangkat pisaunya untuk membunuh Leonore/Fidelio, namun Leonore/Fidelio mengeluarkan pistol yang diam-diam dibawanya dan mengancam akan menembak Don Pizarro.</p>
<p>Saat itulah tiba-tiba terdengar suara terompet yang menandakan datangnya sang menteri Don Fernando (sepertinya SiDak-nya dimajukan sehari ya? Huahaha&#8230;). Jaquino masuk ke penjara bawah tanah itu disertai oleh para prajurit untuk memberitahu Don Pizarro bahwa sang menteri telah menunggu kehadiran Don Pizarro di gerbang penjara. Rocco memerintahkan kepada para prajurit untuk mengawal Don Pizarro keluar dari penjara bawah tanah itu, sementara Don Pizarro pergi sambil tetap bersumpah akan membalas dendam. Sepeninggal Don Pizarro, Leonore/Fidelio dan Florestan mengekspresikan kebahagiaan mereka (tebak dengan apa? Yup, mereka bernyanyi. Hieh&#8230;) karena mereka telah selamat. Namun sekarang justru Rocco yang khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Florestan dan Leonore/Fidelio yang sepertinya tidak memperhatikan kekhawatiran Rocco terus melanjutkan bernyanyi (yuk, teuteup lanjut, mari&#8230;)</p>
<p>Diluar penjara bawah tanah, para tawanan yang dibebaskan oleh sang menteri Don Fernando bersama-sama dengan rakyat kota bernyanyi bersama tentang indahnya saat itu. Lagunya adalah Heil Sei Dem Tag! (gue suka sama lagu ini, selain itu di konser kemaren paduan suara gue juga nyanyiin lagu ini. Hehehe&#8230;)</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=b7YX99MJGPs" target="_blank"></a><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://ditogendut.wordpress.com/2009/12/20/fidelio/"><img src="http://img.youtube.com/vi/b7YX99MJGPs/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Sang menteri Don Fernando menyatakan bahwa tirani Don Pizarro telah selesai. Rocco muncul bersama dengan Florestan dan Leonore/Fidelio, dan ia meminta kepada Don Fernando untuk menolong mereka (nolongin apa lagi ya? Don Fernando udah nolongin mereka dengan menyingkirkan Don Pizarro, emangnya kurang ditolongin seperti apa lagi sih?). Rocco menjelaskan bahwa Leonore telah menyamar menjadi Fidelio untuk menolong Florestan (bayangin betapa kagetnya si Marzelline. Kalau sudah begini, Jaquino nggak kelihatan jelek-jeleak amat kan Marzelline? Atau lo tetep mau keukeuh nikah sama Leonore? Wakaka&#8230;). Rocco juga menjelaskan tentang rencana Don Pizarro untuk membunuh Florestan, sehingga sekarang gantian Don Pizarro yang dimasukkan ke dalam penjara. Florestan (yang tanpa melalui proses pengadilan dinyatakan tidak bersalah, apapun tuduhan yang dituduhkan kepada dia, hieh&#8230; Beethoven perlu ngobrol dikit tentang proses pengadilan kali ya sama para pengacara) akhirnya dibebaskan dari rantainya oleh Leonore, sementara semua orang benyanyi untuk memuji Leonore, seorang isteri setia yang berhasil menyelamatkan suaminya.</p>
<div style="text-align:center;">The End</div>
<p>Fiuhh&#8230; panjang juga ya? Hehehe&#8230; Tapi kalau dipikir-pikir, settingnya sederhana lho. Semuanya cuman berputar-putar di dalam satu penjara itu doang, jadi dekor panggungnya nggak perlu ribet-ribet amat. Selain itu tokoh utamanya juga relatif sedikit kalau untuk ukuran opera (kan cuman Fidelio, Rocco, Don Pizarro, Florestan, Jaquino, n Marzelline, total cuman 6 orang), sisanya sih cuman peran pendukung saja kan? Coba bandingin sama Magic Flute, Habanera, atau Turandot, whew&#8230; Fidelio jauh lebih sedikit peran kuncinya.</p>
<p>Tapi, meskipun penokohannya cuman sedikit, dan setting latarnya cuman di satu tempat, tapi ceritanya gelap n beraaat. Udah gitu komposisi musiknya dijamin bikin para penyanyi opera latihan sampe nangis-nangis karena saking susahnya.</p>
<p>Itulah Beethoven, komposer musik klasik paling JUTEK sepanjang sejarah. Hieh&#8230; Tapi mungkin karena juteknya itu makanya hasil karya dia justru jadi oke. Huahaha&#8230; Intinya, kalau pengen bisa bikin lagu yang keren, kita harus latihan jutek dulu (teori ngaco mode &#8211; on)</p>
<p>Setelah ngeliat ini, agak bersyukur juga dia cuman bikin satu opera. Kalau dia bikin opera yang lain lagi, mungkin yang ada jadi lebih gelap lagi ceritanya. Segitu gelapnya sampe mungkin yang nonton operanya begitu selesai nonton langsung terdorong untuk bunuh diri. (hmmm&#8230; sedikit banyak jadi membayangkan bagaimana Beethoven akan bereaksi kalau dikerubungin fans-fans yang semuanya adalah cewek-cewek goth dan cowok-cowok emo. Huahaha&#8230; Ngacir kali dia ya? Tapi gue yakin, meskipun dia ngacir sampe terkencing-kencing pun, mukanya teuteup kudu harus wajib jutek. Muhahahaha&#8230;)</p>
<p><a href="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/12/beethoven.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-368" title="Beethoven" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/12/beethoven.jpg?w=249&#038;h=300" alt="" width="249" height="300" /></a></p>
<p>Hidup Beethoven!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=361&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2009/12/20/fidelio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/12/beethoven_fidelio_barenboim_3984252492.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Beethoven_Fidelio_Barenboim_3984252492</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/12/beethoven.jpg?w=249" medium="image">
			<media:title type="html">Beethoven</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reuni</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/reuni/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/reuni/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 05:14:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[diari]]></category>
		<category><![CDATA[family & friends]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[masa lalu]]></category>
		<category><![CDATA[notariat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[Reuni&#8230; Hmm&#8230; entah kenapa, gue nggak pernah bisa ngerasa sreg dengan kata itu. Orang-orang lain sepertinya bersemangat kalau mendengar bahwa mereka diundang ke sebuah reuni, karena mereka jadi merasa masih diingat oleh teman-teman lamanya. Sementara gue&#8230; yah, gue juga merasa senang sih diundang ke sebuah reuni. Siapa sih yang nggak senang ketemu dengan teman-teman lama? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=354&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-353" title="photo-funia-11" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-11.jpg?w=300&#038;h=227" alt="photo-funia-11" width="300" height="227" /></p>
<p>Reuni&#8230; Hmm&#8230; entah kenapa, gue nggak pernah bisa ngerasa sreg dengan kata itu.</p>
<p>Orang-orang lain sepertinya bersemangat kalau mendengar bahwa mereka diundang ke sebuah reuni, karena mereka jadi merasa masih diingat oleh teman-teman lamanya. Sementara gue&#8230; yah, gue juga merasa senang sih diundang ke sebuah reuni. Siapa sih yang nggak senang ketemu dengan teman-teman lama? Tapi sayangnya pada saat yang sama gue juga merasa jengah dengan kata &#8216;reuni&#8217; tersebut.</p>
<p>Mendengar kata itu justru mengingatkan gue pada kenyataan bahwa teman-teman yang dulu bisa kita temui setiap hari, sekarang hampir tidak pernah kita temui lagi. Jangankan untuk bertemu, sekedar untuk menelepon dan mengobrol saja sudah sangat sulit untuk menyisihkan waktunya.</p>
<p>Sedikit banyak jadi agak menyesal, mengapa dulu waktu kita semua masih bersama, kita tidak menghabiskan waktu lebih lama lagi untuk saling berbagi. Sekarang, waktu kebersamaan itu sudah lewat. Sekarang semuanya sudah menjalani jalan hidupnya masing-masing. Ada yang berkerja di luar negeri, ada yang sibuk dengan keluarga, ada yang melanjutkan pendidikan, dan bahkan ada yang sudah pergi selamanya.</p>
<p>Dulu segala berita baik dan berita duka dapat kita bagi dengan mudahnya, sekarang seolah-olah tiada kalimat selain &#8220;apa kabar?&#8221; yang pantas terucap sebagai basa-basi yang sudah pasti dijawab dengan &#8220;baik-baik saja&#8221;.</p>
<p>Itulah kenapa gue selalu mengernyit setiap mendengar kata &#8216;reuni&#8217;. Mengapa mereka menggunakan kata itu. Dengan memasang label itu, seolah-olah kita semua mengakui bahwa kita semua sudah saling berjauhan. Apakah rasa sedih menjalani perpisahan belum cukup berat sehingga harus diberi label &#8216;reuni&#8217; untuk membuat perpisahan kita begitu final?</p>
<p>Hhh&#8230;</p>
<p>Gue mengangkat tema ini karena tanggal 13 Maret kemarin dan juga hari ini gue menghadiri acara reuni. Tanggal 13 adalah reuni dengan teman-teman notariat angkatan 2006, sedangkan hari ini adalah reuni teman-teman S1 hukum UnTar angkatan 2001.</p>
<p>Satu reuni saja sudah membuat miris, kali ini gue harus menghadapi 2 reuni dalam waktu yang begitu berdekatan.</p>
<p>Reuni notariat ternyata cukup ramai karena dihadiri oleh hampir 1/2 angkatan gue. Selain itu reuni ini juga dihadiri oleh 2 orang dosen kita selama di notariat. Paling tidak dalam reuni ini kita lebih berkonsentrasi dalam kegiatan berbagi informasi tentang dunia notaris, jadi gue nggak terlalu tenggelam dalam suasana reuni karena berkonsentrasi mendengarkan informasi yang diedarkan.</p>
<p>Tetapi reuni S1 FH UnTar hari ini memang benar-benar reuni. Walaupun hanya dihadiri oleh 12 orang karena koordinasi yang tidak cukup baik, paling tidak reuni ini bisa mengingatkan kita yang hadir pada kenyataan bahwa hampir 8 tahun yang lalu kita semua disatukan oleh UnTar, dan selama 4 tahun selanjutnya kita menghabiskan waktu bersama-sama untuk mengejar gelar SH.</p>
<p>Namun reuni FH UnTar ini benar-benar membuat gue sadar bahwa sudah begitu banyak hal berubah dari antara teman-teman gue.</p>
<p>Berbagi tawa dan sekilas berita di antara kami, tapi tidak lama sudah harus berpisah lagi untuk menjalani perbedaan kami masing-masing.</p>
<p>Masa lalu memang selalu indah untuk diingat-ingat, namun rasa sedih ketika harus kembali ke masa kini untuk menyongsong masa depan&#8230; rasanya seperti dibangunkan dengan kasar dari mimpi yang sangat indah.</p>
<p>Hahaha&#8230; kelihatannya gue sedang dalam keadaan yang tidak begitu baik. Hanya hal kecil seperti reuni saja bisa membuat gue melankolis seperti ini.</p>
<p>Paling tidak ada satu hal yang membuat gue bisa bertahan. Gue masih punya sahabat-sahabat yang walaupun sudah tidak bertemu dan berkomunikasi, namun saat bersua tidak akan bertukar &#8220;apa kabar&#8221; kosong dan basa-basi. &#8220;Apa kabar&#8221; yang terlontar di antara sahabat adalah &#8220;apa kabar&#8221; yang tulus, menyuarkan bahwa kami memang masih peduli satu sama lain.</p>
<p>Gue berharap itu tidak akan pernah berubah&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/354/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=354&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/reuni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">photo-funia-11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(Calon) Istri Kurang ADJHARRR!!!</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/calon-istri-kurang-adjharrr/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/calon-istri-kurang-adjharrr/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 05:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[PASTO &#8211; AKU PASTI KEMBALI (S/DES/08) &#8211; artist Kemarin gue dapet e-mail dari cewek gue. Dia sekarang lagi dinas menemani professor-nya (dia kan asisten professor) ke Edinburgh, Skotlandia. Habis itu rencananya dia dan sang professor bakal muter-muter ke universitas-universitas yang ada di wilayah Skotlandia n Inggris. Hieh&#8230; IRI!!! DAKU IRI!!! Kan gue yang maniak Scotlandia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=351&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="width:300px;">
<div style="background-color:#e6e6e6;padding:1px;">
<div style="float:left;padding:4px 4px 0 0;"><a href="http://www.imeem.com/"><img src="http://www.imeem.com/embedsearch/E6E6E6/" border="0" alt="" /></a></div>
<div style="padding-top:3px;"><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=0&amp;ek=aDtS2B46y6"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/152/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=1&amp;ek=aDtS2B46y6"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/153/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=2&amp;ek=aDtS2B46y6"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/154/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=3&amp;ek=aDtS2B46y6"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/155/10/aDtS2B46y6/" border="0" alt="" /></a></div>
</div>
</div>
<p><a href="http://www.imeem.com/mons86/music/EoaD0B7e/artist_pasto_aku_pasti_kembali_sdes08/">PASTO &#8211; AKU PASTI KEMBALI (S/DES/08) &#8211; artist</a></p>
<p>Kemarin gue dapet e-mail dari cewek gue. Dia sekarang lagi dinas menemani professor-nya (dia kan asisten professor) ke Edinburgh, Skotlandia. Habis itu rencananya dia dan sang professor bakal muter-muter ke universitas-universitas yang ada di wilayah Skotlandia n Inggris.</p>
<p>Hieh&#8230; IRI!!! DAKU IRI!!!</p>
<p>Kan gue yang maniak Scotlandia, kenapa justru dia yang ke sana! HIKS&#8230;</p>
<p>Tapi ya sudah lah. Toh dia kesana buat kerjaan. Kalo buat liburan, barulah gue jerit-jerit penuh rasa iri ke dia.</p>
<p>Nah, yang bikin gue bilang dia kurang ajar adalah, di dalam e-mail yang dia kirim ke gue itu dia bilang dia pengen beliin <span style="font-style:italic;">kilt</span> buat gue pake.</p>
<p>Gila aja! Gue pake sarung aja masih pake celana pendek selutut di balik sarung itu, gimana gue disuruh pakai <span style="font-style:italic;">kilt</span> yang terkenal biasa dipakai tanpa daleman apapun (termasuk celana dalam)! Amit-amit, bisa masuk angin gue ntar!</p>
<p>Lagipula tuh benda kan mahal. Sama kaya batik yang bagus di sini meskipun banyak tapi kan tetap mahal.</p>
<p>Pokoknya gue sempet gondok sama dia gara-gara dia ngetawain gue pas dia ngebayangin gue pakai <span style="font-style:italic;">kilt</span>. GAK SOPAAAANNNN!!!</p>
<p>Trus ketidaksopanan dia yang selanjutnya ada pada attachment yang dia taruh di dalam e-mail itu. Attachment itu isinya adalah lagu dengan format MP3, tapi dia tidak menulis judul lagunya. Jadi tuh attachment gue download tanpa gue tahu apa isinya.</p>
<p>Pas gue dengerin, kok gue ngerasa kalo gue kenal lagu itu ya&#8230; hmm&#8230;</p>
<p>Ternyata itu adalah lagu yang pernah gue denger dari si Landak. Tapi gue emang nggak tahu judulnya, atau bahkan penyanyinya.</p>
<p>Isinya itu lho&#8230; menusuk hati gue yang berperan sebagai si pencinta (HOWEEEEEKK&#8230;!!!) yang ditinggalkan sang kekasih merantau. (Kayanya kebalik ya? Biasanya kan yang cowok yang merantau, hehehe&#8230;)</p>
<p>Hari ini ada acara kumpul2 dengan teman-teman PSUT, yang mana si Landak adalah salah satunya. Jadilah gue tanya apa judul lagu itu ke dia. Ternyata judulnya adalah AKU PASTI KEMBALI, dan yang menyanyikan adalah PASTO.</p>
<p>Well, ternyata tuh lagu udah tua. Yang menggubah adalah Maia waktu tahun 2005/2006. Tapi gue baru memperhatikan lagu ini sekarang (iye&#8230; gue emang telat kalo tentang lagu-lagu baru).</p>
<p>Teks lagunya begini:</p>
<div style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia;">Waktu tlah tiba<br />
Aku kan meninggalkan<br />
Tinggalkan kamu<br />
Tuk sementara</p>
<p>Kau dekap aku<br />
Kau bilang jangan pergi<br />
Tapi ku hanya dapat berkata</p>
<p>Reff:<br />
Aku hanya pergi tuk sementara<br />
Bukan tuk meninggalkanmu selamanya<br />
Ku pasti kan kembali pada dirimu<br />
Tapi kau jangan nakal<br />
Aku pasti kembali</p>
<p>Kau peluk aku<br />
Kau ciumi pipiku<br />
Kau bilang janganlah ku pergi</p>
<p>Bujuk rayumu<br />
Buat hatiku sedih<br />
Tapi ku hanya dapat berkata</p>
<p>Back to reff</p>
<p>Pabila nanti<br />
Kau rindukanku didekapmu<br />
Tak perlu kau risaukan<br />
Aku pasti akan kembali</p>
<p>Back to reff<br />
</span></div>
<p>KURANG ADJHARRR!!!!</p>
<p>Dia bilang supaya gue jangan nakal! Emangnya gue nakal ya selama ini? Kan sampai sekarang gue nggak pernah selingkuh! (paling nggak, nggak pernah sama manusia sih, hehehe&#8230; kan istri-istri tua gue tercinta juga perlu diperhatikan &#8211; baca postingan sebelumnya, wakakaka&#8230;)</p>
<p>Pertama dia nyuruh gue pakai <span style="font-style:italic;">kilt</span>, dan sekarang dia bilang supaya gue jangan nakal. Hiks&#8230; Wibawa gue sebagai seorang (calon) suami mau ditaruh dimana kalau si (calon) istri udah berani kurang ajar seperti itu. Huweee&#8230;</p>
<p>Yah, gue cuman bisa membalas dengan mengirim e-mail yang isinya parodi syair tuh lagu Aku Pasti Kembali, gue rubah menjadi Aku Pasti Menunggu.</p>
<p>Jadinya seperti ini:</p>
<div style="text-align:center;">Waktu tlah tiba<br />
Aku kan menunggumu<br />
Menunggu kamu<br />
Tuk selamanya</p>
<p>Ku dekap kamu<br />
Kau minta aku ikut<br />
Tapi ku hanya dapat berkata</p>
<p>Reff:<br />
Aku akan tunggu tuk selamanya<br />
Akan trus menantikanmu selamanya<br />
Aku pasti kan disini untuk dirimu<br />
Tapi kau jangan nakal<br />
Aku pasti menunggu</p>
<p>Ku peluk kamu<br />
Ku ciumi pipimu<br />
Ku bilang janganlah kau pergi</p>
<p>Bujuk rayuku<br />
Buat hatimu sedih<br />
Jadi ku hanya dapat berkata</p>
<p>Back to reff</p>
<p>Pabila nanti<br />
Kau rindukanku mendekapmu<br />
Tak perlu kau risaukan<br />
Aku pasti akan menanti</p>
<p>Back to reff</p></div>
<p>Nah, silahkan coba saja sendiri dinyanyikan dengan melodi lagu Aku Pasti Kembali. Pas waktu gue bikin sih pas sama melodinya, hehehe&#8230;</p>
<p>BALAS DENDAM!!! MWAHAHAHA&#8230;</p>
<p>Tapi&#8230; gue bilang sama dia, lagu gue ke dia masih tetap It&#8217;s Hard To Say Goodbye-nya Celine Dion duet sama Paul Anka. Mudah-mudahan aja dia ngerti&#8230;</p>
<p>Hieh&#8230; udah hampir 4 tahun gue jadian sama dia. Dari 4 tahun itu, 3 tahun dihabiskan dengan cara SLJJ seperti sekarang ini. Hhh&#8230; ternyata gue kuat juga ya, hehehe&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/351/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=351&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/calon-istri-kurang-adjharrr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.imeem.com/embedsearch/E6E6E6/" medium="image" />

		<media:content url="http://www.imeem.com/ads/bannerad/152/10/" medium="image" />

		<media:content url="http://www.imeem.com/ads/bannerad/153/10/" medium="image" />

		<media:content url="http://www.imeem.com/ads/bannerad/154/10/" medium="image" />

		<media:content url="http://www.imeem.com/ads/bannerad/155/10/aDtS2B46y6/" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Heavens&#8230; Not A(nother) Wife!</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/heavens-not-another-wife/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/heavens-not-another-wife/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 05:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[diari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Hhh&#8230; sudah tanggal 1 bulan Februari. Berarti entry gue di bulan Januari cuma 1 entry ya? Bener-bener memang sudah tidak punya waktu luang lagi sepertinya gue ini. Kalau ada waktu, rasanya lebih baik dipakai untuk tidur. Para istri-istri gue (PS2, PaDus, dan Internet) sudah pada jerit-jerit pada minta diperhatikan nih. Tapi bagaimana ya? Gue lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=348&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-349" title="photo-funia-10" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-10.jpg?w=300&#038;h=299" alt="photo-funia-10" width="300" height="299" /></p>
<p>Hhh&#8230; sudah tanggal 1 bulan Februari. Berarti entry gue di bulan Januari cuma 1 entry ya?</p>
<p>Bener-bener memang sudah tidak punya waktu luang lagi sepertinya gue ini. Kalau ada waktu, rasanya lebih baik dipakai untuk tidur.</p>
<p>Para istri-istri gue (PS2, PaDus, dan Internet) sudah pada jerit-jerit pada minta diperhatikan nih. Tapi bagaimana ya? Gue lagi terpikat ke lain hati nih&#8230;</p>
<p>Awalnya sih cuman fling-fling doang, tapi lama-lama jadi <span style="font-style:italic;">infatuation</span> dan sekarang gue udah bener-bener terpikat.</p>
<p>Sepertinya gue bener-bener bakal nambah istri nih&#8230;</p>
<p>Istri yang bernama PEKERJAAN! Mwahahaha&#8230;</p>
<p>Gila, gue ketagihan men sama kerjaan notaris! Gila&#8230; kok bisa ya? Kadang kalo udah keenakan kerja, waktu rasanya terbang gitu aja. Makan siang, smoking, minum, dll, semuanya lewat. Beneran seperti lagi main PS2, rasanya males banget kerja di-pause dulu terus baru dilanjutin lagi selesai makan siang. Rasanya pengen dibablasin aja semuanya.</p>
<p>Gimana kalo gue sendiri yang jadi notaris ya? Kayanya rumah gue bisa pindah ke kantor nih. Hehehe&#8230;</p>
<p>Parahnya lagi, nih istri baru perlahan-lahan mulai naik pangkat nih. Dulu kan dia jadi istri ke-4 (Iye&#8230; Edna gue jadiin istri ke-5, hehehe&#8230; turun pangkat deh dia), tapi lama-lama nih istri ke-4 mulai bikin gue nggak sempet on-line, dengan kata lain dia menggeser si istri ke-3 gue.</p>
<p>Trus karena lembur-lembur, gue jadi nggak sempet latihan padus, jadilah PEKERJAAN menggeser si istri ke-2.</p>
<p>Terakhir, kamaren gue mau main PS2 gue tersayang (a.k.a istri pertama gue), gue baru nyadar kalo di atas controler PS2 gue terasa ada lapisan debu halus. Itu artinya saking gue keenakan kerja, gue nggak pernah lagi main PS2 dan jadilah tuh debu perlahan-lahan menumpuk di atas controler gue.</p>
<p>NNNNOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!</p>
<p>Gila aja, gue baru mulai ngerasaain kerja notaris bukan sebagai notaris aja udah begini, gimana kalo gue udah jadi notarisnya? Mati gue!!! Masa gue BENERAN kawin sama pekerjaan? Hieh&#8230;</p>
<p>Gak kebayang ntar kehidupan sosial gue juga semata-mata demi mendukung pekerjaan, seperti ngelobi-lobi, rapat2 sama klien di cafe2, semua acara nongkrong dilakukan demi pekerjaan. OMG!!! TIDAAAAAKKK!!!</p>
<p>Hieh&#8230;</p>
<p>Tapi meskipun sibuk gue masih sempet menemukan sebuah <span style="font-style:italic;">rhyme</span> yang dipakai untuk <span style="font-style:italic;">make a wish</span> kalau kita melihat bintang. Bunyinya seperti ini:</p>
<p><span style="font-style:italic;">Star light, star bright, </span><br />
<span style="font-style:italic;">First star I see tonight</span><br />
<span style="font-style:italic;">I wish I may, I wish I might</span><br />
<span style="font-style:italic;">Have this wish I wish tonight.</span></p>
<p>Sangat sederhana, tapi gue suka banget dengernya. Well, paling nggak lebih bagus daripada:</p>
<p><span style="font-style:italic;">Hickory dickory dock</span><br />
<span style="font-style:italic;">A mouse ran up the clock</span><br />
<span style="font-style:italic;">The clock strike one</span><br />
<span style="font-style:italic;">The mouse ran down</span><br />
<span style="font-style:italic;">Hickory dickory dock</span></p>
<p>Hieh&#8230; <span style="font-style:italic;">rhyme</span> yang gak jelas maksudnya apa. Hehehe&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/348/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=348&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/heavens-not-another-wife/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-10.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">photo-funia-10</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>First Post Of 2009</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/first-post-of-2009/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/first-post-of-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 05:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;ve been putting off writing for a while, it seems. It&#8217;s been&#8230; what? 31 days? Wow&#8230; a month? Geez&#8230; And this is the first post in the year 2009. Yaiks&#8230; It&#8217;s not like I&#8217;ve lost interest in writing. But I&#8217;ve been so busy this past month. What with internship and new years eve, it&#8217;s been [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=345&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-346" title="photo-funia-9" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-9.jpg?w=300&#038;h=210" alt="photo-funia-9" width="300" height="210" /></p>
<p>I&#8217;ve been putting off writing for a while, it seems. It&#8217;s been&#8230; what? 31 days? Wow&#8230; a month? Geez&#8230; And this is the first post in the year 2009. Yaiks&#8230;</p>
<p>It&#8217;s not like I&#8217;ve lost interest in writing. But I&#8217;ve been so busy this past month. What with internship and new years eve, it&#8217;s been impossible for me to find even the smallest amount of time to write.</p>
<p>And one other thing. Since I&#8217;ve begin my internship my life evolves around it ever since. So many things happened, and I&#8217;m thankful because most of it are funny things. But I don&#8217;t think I can write it and post it here since those things are closely related to work and I&#8217;m afraid not every people can understand the funny part of it.</p>
<p>Except maybe one&#8230;</p>
<p>There was this one day when we didn&#8217;t have much to do at the office. Things that must be finished that day had already been done by lunch time. So my friends and I just tried to pass the time by browsing the internet.</p>
<p>The senior assistant in my office had just made an account in friendster a few days before, and she was eager to look for her friends who also had a friendster account.</p>
<p>Well, one of her friends is Lala. And this Lala put the name of lala_pink_&#8230; for her friendster account. Since this senior assistant was typing while eating some snack, she accidently typed lalat_pink_&#8230; (pink fly) instead of lala_pink.</p>
<p>One of the intern who was watching her told her about the error.</p>
<p>Right about then, another intern interjected and asked, &#8220;Lalat pink? Hmm&#8230; I wonder how it would look?&#8221;</p>
<p>The first intern answered, &#8220;Maybe it&#8217;s some kind of lipstick wearing fly.&#8221;</p>
<p>Me and my wild and overly cartoonish imagination, can&#8217;t avoid picturing a fly with an very big pair of lips, wearing a very pink lipstick, flying around looking for victims to kiss. That, and since I also have a friend who adopted fly as his symbol, I just can&#8217;t avoid picturing him wearing a pink lipstick, and with that I lost it.</p>
<p>I just can&#8217;t stop laughing for nearly 10 minutes.</p>
<p>I was just glad that the notary was not in the office at the time. Because if she did, well, maybe she would think that I&#8217;ve lost my marbles or something and she&#8217;d promptly send me to a nut house. I really can&#8217;t stop laughing. The other interns and the senior asisstant even got worried because I kept laughing non stop. Even I was worried!</p>
<p>Well, that was one of the stories of one of the easier days. But believe me&#8230; even the smallest notary office will have those particular days when the cases just seems pouring in like torrential rain. Just like last Friday, all hell seems to broke loose or something. We had tons of assignment, and we had to finish it all at once.</p>
<p>Damn&#8230; my head nearly melted that day.</p>
<p>Well, I guess this is it for to day. I hope I can write more next time (and hopefully not in English, what&#8217;s wrong with me today?).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=345&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/first-post-of-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-9.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">photo-funia-9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Full Day</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/full-day/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/full-day/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 05:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/full-day/</guid>
		<description><![CDATA[Di postingan kemaren, Anton sempet komen, kenapa belakangan ini gue kok jadi narsis dengan suka pasang-pasang foto-foto gue sendiri di setiap postingan. Well, ini semua salah ibu gajah yang memperkenalan photofunia ke gue, sementara gue punya sedikit sifat OCD (apakah itu? Silahkan dikonsultasikan kepada wikipedia, hehehe&#8230;). Jadilah setiap gue mau bikin entry, pasti gue pasangin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=344&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-343" title="photo-funia-8" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-8.jpg?w=300&#038;h=229" alt="photo-funia-8" width="300" height="229" /></p>
<p>Di postingan kemaren, Anton sempet komen, kenapa belakangan ini gue kok jadi narsis dengan suka pasang-pasang foto-foto gue sendiri di setiap postingan.</p>
<p>Well, ini semua salah ibu gajah yang memperkenalan photofunia ke gue, sementara gue punya sedikit sifat OCD (apakah itu? Silahkan dikonsultasikan kepada wikipedia, hehehe&#8230;). Jadilah setiap gue mau bikin entry, pasti gue pasangin foto dari fotofunia. Sama aja seperti dulu biasa pasang hasil quiz dari blogthings, tapi sekarang yang jadi objek adalah photofunia.</p>
<p>Well, apapun yang terjadi, Anton memprotes, Burung Hantu tetap narsis. Mwahahaha&#8230;</p>
<p>Kembali ke judul postingan kali ini, hari ini adalah hari terpenuh yang pernah gue jalani. Dari jam 7 pagi sampe jam 1/2 11 malem baru bisa istirahat. Rasanya udah mau hegh&#8230;</p>
<p>Emang sih kerjaan di kantor suka angin-anginan. Kalo lagi sepi, ya kita mah jam 4 juga udah pulang. Tapi kalo pas lagi banyak order, ya seperti hari ini, jam 6 udah bisa pulang aja rasanya udah bersyukur.</p>
<p>Saking sibuknya di kantor, sampe-sampe boss gue sendiri ikut ngetik manual di mesin ketik manual. Kenapa sampe begitu? Karena kita semua di kantor harus mengakui bahwa kalau sudah tentang mengetik pakai mesin ketik, maka boss gue adalah pengetik paling cepat di kantor.</p>
<p>Kita semua sih bisa aja ngetik pakai mesin ketik, tapi nggak ada yang bisa ngalahin boss kalau sudah tentang kecepatan dan ketelitian. Jadilah kegiatan mengetik manual di <span style="font-style:italic;">take over</span> sama boss, sementara kita para kroco-kroco justru ribet sama komputer. Hehehe&#8230; Dasar kroco-kroco nggak berbakti.</p>
<p>Tapi secepet-cepet boss ngetik, tetep aja kita selesai semua hal yang harus diselesaikan hari ini pada pukul 17.58 WIB. Gile&#8230; 2 menit lagi udah jam 6 sore, dan kita baru beres. Hieh&#8230;</p>
<p>Padahal hari ini gue udah janji sama Ibu Gajah kalo gue mau nonton Konser Paduan Suara UnTar jam 7 malem.</p>
<p>Jadilah begitu kerjaan selesai, langsung aja ngacir dari Sentul buat balik ke Jakarta. Gila&#8230; Dari gerbang tol Sirkuit Sentul sampe ke gerbang tol Jakarta cuman 15 menit. Pokoknya udah gila-gilaan.</p>
<p>Udah gitu gue harus pulang dulu ke rumah buat setor muka ke nenek gue. Kasian juga dia, dari pagi nggak punya temen (kec pembantu), jadi ya gue bela-belain deh setor muka dulu.</p>
<p>Setelah itu baru ngacir lagi UnTar. Berangkat dari rumah jam 7 malem, padahal jadwalnya tuh konser dimulai jam 7! Haiya&#8230;</p>
<p>Untung aja acaranya telat mulai, baru mulai sekitar jam 1/2 8 malem. Jadi pas gue sampe di kampus UnTar jam 8, gue baru ketinggalan sekitar 3 lagu. Hieh&#8230; Baru kali ini gue nonton konser seperti di kejar-kejar setan.</p>
<p>Sayang, di konser kali ini nggak banyak temen-temen seangkatan yang bisa dateng. Dari semuanya, cuman ada Ibu Gajah, gue, Sumur, BulBul, J&#8217;son, Fannie, PeiPei, dan Wenny. Jadi dari se-geng cuman ada gue dan Ibu Gajah doang. Hieh&#8230;</p>
<p>Anjing Langit kecapekan kerja jadi staff redaksi koran bahasa Mandarin, Landak pulang kampung ke Cirebon, Ibu Dokter Paus jaga di rumah sakit, Sotong males dateng karena istri tercinta nggak bisa dateng, Laler dan Cucut sibuk kerja, Nyamuk nggak jelas kemana, Beruang Madu lagi nungguin mama-nya yang kena Typhus di RS, sedangkan Ibu Tai yang janjinya mau dateng (meskipun telat) ternyata justru sama sekali nggak dateng.</p>
<p>Hieh&#8230;</p>
<p>Emang udah pada sibuk ya sekarang? Hiks&#8230;</p>
<p>Sempet denger kalau Beruang Kutub dateng di konser itu, tapi entah kenapa kok gue nggak ketemu sama dia. Oh well&#8230;</p>
<p>Tentang konsernya sendiri&#8230; Well&#8230; Gue cuman punya dua kata, yaitu: rame dan mewah.</p>
<p>Ramenya emang nggak ngalahin ramenya konser2 penyanyi pro, tapi lumayan rame buat ukuran PaDus kampus. Ada kali sekitar 200 &#8211; 300 penonton. Tapi maklum juga sih, karena promotor acara konser ini kan Rektor UnTar, jadi pasti rekanan-rekanan dia pada dateng semua.</p>
<p>Mewah, karena ada sistem lighting dan sound system yang sangat bagus, sehingga bener-bener terasa seperti konser profesional, meskipun penyelenggaranya adalah kampus.</p>
<p>Tentang penyanyinya&#8230; yah&#8230; gimana ya&#8230; emang cirinya Astri (pelatih + conductor) membawakan lagu dengan lemah gemulai dan halus, jadi ya itulah cirinya. Lemah gemulai dan halus. Bahkan lagu-lagu yang banyak aksen seperti &#8220;For The Glory Of The Lord&#8221; jadi nggak begitu terasa aksennya, sedangkan lagu-lagu yang harusnya riang gembira seperti &#8220;Frosty The Snowman&#8221; jadi sedikit (cuma sedikit) mellow.</p>
<p>Tapi, begitu membawakan lagu-lagu mellow seperti &#8220;I&#8217;ll Be Home For Christmas&#8221;, wah&#8230; mellownya terasa banget. Hehehe&#8230;</p>
<p>Penyanyi-penyanyi cewek sama sekali nggak mengecewakan, meskipun gue harus mengakui kalau belum semua personel bisa berdiri sendiri, alias masih tergantung pada beberapa personel yang memang sudah berpengalaman.</p>
<p>Tapi untuk para cowok&#8230; terutama tenor&#8230; HIEH! Pada kemana tuh suara? Tenornya benar-benar terdengar sayup-sayup di kejauhan! Ketabrak alto aja sudah menghilang dari peredaran. Sementara bass-nya meskipun sudah cukup terdengar, tapi terkadang goyah. Jadinya gimana ya? Bass itu kan fondasi buat suara-suara lain, kalau dia goyang yang lain juga langsung gempa. Tapi untung saja goyangnya agak jarang, jadi yah bisa dibilang cuman <span style="font-style:italic;">fluke</span> doang kok.</p>
<p>Tetep&#8230; para tenor&#8230; harus dibantai!!! Hieh&#8230; latihan keluarin suara dengan lebih ganas ya, para tenor.</p>
<p>Untuk para cowok, ada lagi kelemahannya. Yaitu nggak ada warna suara bariton. Jadi begitu di bagian yang mayoritas not tinggi, semua cowok suaranya masuk warna tenor (ringan banget), dan begitu masuk bagian yang mayoritas not rendah, langsung warna bass-nya gelap banget. Jadi nggak ada warna tengahnya. Yang ada cuman warna putih dan hitam, tanpa ada gradasi warna abu-abu. Terlalu kontras.</p>
<p>Tapi overall&#8230; dari skala 10, gue kasih nilai 7 deh. Dari nilai bulat 10 dikurangin 1 poin karena tenornya lemah, dikurangin 1 poin lagi karena bass-nya terkadang suka goyah, dan berkurang 1 poin lagi karena para perempuan-nya masih ada yang belum bisa independen.</p>
<p><span style="font-style:italic;">Apart from that</span>&#8230; konsernya bagus kok. Hehehe&#8230;</p>
<p>Ah iya, ada satu kritik lagi. Jubahnya harus putih ya? Duh&#8230; nggak pas aja ngeliatnya. Tapi nggak terlalu ngaruh kok, tenang aja. Hehehe&#8230;</p>
<p>Kelar konser, gue langsung pulang. Sampe rumah udah jam 10 malem, langsung makan malem dan sebelum tidur nulis entry ini dulu. Hieh&#8230; capek sodara-sodara.</p>
<p>Oh well&#8230; gue mau ke pulau kapuk dulu ye. Besok masih harus masuk kerja pagi-pagi lagi nih. Buh bye&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/344/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=344&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/full-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-8.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">photo-funia-8</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fidelis</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/fidelis/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/fidelis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 04:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Hahhhhh&#8230; seminggu ini banyak banget kegiatan. Capek banget rasanya. Hiks&#8230; Selain capek juga ada beberapa kegiatan lama gue yang jadi agak terbengkalai. Contohnya, sekarang gue jadi nggak tersedia buat ngobrol-ngobrol di tengah malem karena gue sering tidur cepet demi supaya paginya gue bisa bangun. Hieh&#8230; kangen banget sama kehidupan malam (halah&#8230; kesannya sering pergi ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=340&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-341" title="photo-funia-7" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-7.jpg?w=300&#038;h=218" alt="photo-funia-7" width="300" height="218" /></p>
<p>Hahhhhh&#8230; seminggu ini banyak banget kegiatan. Capek banget rasanya. Hiks&#8230;</p>
<p>Selain capek juga ada beberapa kegiatan lama gue yang jadi agak terbengkalai. Contohnya, sekarang gue jadi nggak tersedia buat ngobrol-ngobrol di tengah malem karena gue sering tidur cepet demi supaya paginya gue bisa bangun.</p>
<p>Hieh&#8230; kangen banget sama kehidupan malam (halah&#8230; kesannya sering pergi ke klub2 gitu, padahal sih cuman on-line atau nonton TV doang, wakaka&#8230;)</p>
<p>Tapi beneran deh, nggak tahu kenapa tapi udah hampir dua bulan ini kok sibuk melulu ya? Rasanya waktu jadi padat kegiatan, padahal gue kan kepinginnya bisa santai-santai. Hehehe&#8230;</p>
<p>Yah, nggak apa-apa juga sih. Malah enak juga kok bisa sibuk, daripada cuman bengong doang di rumah.</p>
<p>Gue cuman bingung aja, kok bisa kegiatan sekalinya muncul lansung seabrek-abrek. Untung aja dari semua itu nggak ada yang tumpang tindih.</p>
<p>Kerjaan di kantor notaris juga rasanya bener-bener seperti main game. Kenapa gue bilang gitu? Karena seperti ada level-levelnya gitu. Waktu baru masuk, kerjaan masih rada sedikit n gampang-gampang. Pritil-pritil gitu lah.</p>
<p>Begitu lewat 2 minggu, mulai deh bletok-bletoknya muncul. Kasus yang ribet-ribet entah gimana mulai berdatangan.</p>
<p>Eh, sekarang&#8230; udah naik level lagi. Udah nggak cuman kasusnya yang ribet, tapi cara-cara pemecahan kasusnya juga udah mulai beraneka ragam, cara, dan warna (lho?)</p>
<p>Tapi beneran, nggak ada rasa boring, karena tiap hari kerjaan beda-beda melulu. Beneran serasa nonton film seri, tiap seri ada cerita, problem n pemecahan sendiri-sendiri yang heboh-heboh nggak jelas gitu.</p>
<p><span style="font-style:italic;">Well, enough about work</span>. Sekarang gue pengen bahas sesuatu yang berhubungan dengan judul posting ini.</p>
<p>Fidelis&#8230;</p>
<p>Gue nggak ngomongin tentang nama lho. Emang sih ada beberapa orang yang bernama Fidelis, tapi gue nggak berencana buat ngomongin mereka di dalam posting ini.</p>
<p>Yang pengen gue bahas adalah arti kata itu.</p>
<p>Secara harfiah, arti fidelis hampir sama seperti arti &#8220;Felisitas&#8221;, yaitu <span style="font-style:italic;">the faithful </span>(orang yang percaya)<span style="font-style:italic;">. </span>Tapi disamping itu, terkadang fidelis juga bisa diartikan sebagai <span style="font-style:italic;">the trustworthy</span> (orang yang dipercaya&#8211;untuk memegang rahasia).</p>
<p>Gue lumayan bersyukur karena sejauh ini gue sudah beberapa kali memegang peranan sebagai fidelis. Yaitu memegang rahasia seseorang untuk tidak akan pernah memberitahukan rahasia itu kepada orang lain lagi&#8211;selamanya.</p>
<p>Selain itu seorang fidelis juga diharapkan untuk tidak menghakimi orang yang memiliki rahasia itu, walau apapun juga jenis rahasia itu.</p>
<p>Yah, mungkin supaya gampangnya, bayangkan saja pengakuan dosa kepada pastur, tapi tidak pakai ada peniten-nya. Hehehe&#8230;</p>
<p>Gue nggak ngomongin kepercayaan dalam konteks profesionalisme lho ya. Kalo gue harus memegang rahasia karena pekerjaan, itu sih lain ceritanya. Karena memang ada beberapa pekerjaan dimana rahasia tidak boleh diumbar sembarangan, seperti dokter, pengacara, psikolog, n tentu saja notaris.</p>
<p>Kalau kepercayaan dalam konteks profesionalisme itu dilanggar, maka sanksinya jelas tidak mungkin hanya dimarahi orang, melainkan sudah bisa sampai dituntut pidana.</p>
<p>Tapi kepercayaan dalam konteks privat, seperti memegang rahasia teman, tidak punya sanksi yang seberat itu kalau dilanggar. Makanya kepercayaan yang diterima seorang fidelis semestinya adalah kepercayaan yang cukup kuat, karena kepercayaan itu tidak didukung oleh dasar atau sanksi yang kuat.</p>
<p>Yang repot adalah, menjadi seorang fidelis mempunyai efek yang cukup tidak enak&#8230;</p>
<p>Kalau yang memberikan kepercayaan atas sebuah rahasia adalah seorang teman dekat, biasanya hal itu tidak membawa efek yang tidak enak. Tapi&#8230; kalau orang yang baru kenal sebentar dengan gue dan dia sudah memperlakukan sebagai fidelis, biasanya ada efek samping tidak enak yang akan muncul.</p>
<p>Efek itu adalah, orang itu entah mengapa menjadi menjaga jarak dengan gue. Seolah-olah karena gue udah tahu rahasia milik dia, orang itu jadi takut kalau gue akan menggunakan rahasia itu untuk menyakiti/melawan dia.</p>
<p>Dulu gue lumayan sedih kalo ketemu kasus seperti itu. Karena itu kan artinya gue jadi kehilangan seseorang yang berpotensi menjadi teman gue.</p>
<p>Tapi sekarang gue bilang, &#8220;<span style="font-style:italic;">Well, it&#8217;s their loss</span>.&#8221;</p>
<p>&#8216;lembaga&#8217; fidelis memang tidak memiliki basis yang resmi, tidak punya sanksi kalau dilanggar, dan juga tidak membawa keuntungan apapun kepada si fidelis. Tapi buat gue, menjadi seorang fidelis adalah sebuah kehormatan, n gue akan menjaga kepercayaan sebagai seorang fidelis dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Kadang, gue juga nggak enak kalau hanya menampung rahasia orang lain. Apalagi kalau rahasia itu relatif &#8216;besar&#8217;. Karena sepercaya-percayanya orang itu ke gue, pasti kekhawatiran kalau rahasia itu akan gue gunakan atau bocorkan pasti akan muncul.</p>
<p>Maka dari itu, kalau baru dapat rahasia yang besar seperti itu, biasanya gue akan menyeimbangkan dengan memberitahukan rahasia tentang diri gue kepada orang itu. Kasarnya, tuh orang gue jadiin fidelis gue. Hehehe&#8230;</p>
<p>Apalagi kalau orang itu sudah gue anggep sebagai teman dekat, dan dia menjadikan gue sebagai fidelis rahasia yang sangat besar. Sudah pasti gue nggak mau kalau orang itu lalu merasa terancam sama gue karena gue tahu rahasia dia. Maka dari itu, rahasia mereka gue seimbangkan dengan rahasia gue sendiri. Jadinya gue kan nggak bisa seenaknya membocorkan rahasia dia, karena sekarang ada kemungkinan dia akan membalas dengan rahasia gue sendiri.</p>
<p>Beberapa orang yang baca posting ini pasti tersenyum sendiri, karena &#8220;YES, I&#8217;M TALKING ABOUT YOU!&#8221; wakaka&#8230;</p>
<p>Yah, untuk sementara ini gue menikmati saja posisi sebagai fidelis. Toh motto gue sebagai fidelis adalah, <span style="font-style:italic;">&#8220;received</span>, <span style="font-style:italic;">filed, and forgotten&#8221;</span>. Jadi tenang saja dan bersyukurlah memiliki fidelis seperti gue yang pikun ini, karena rahasia lo orang aman untuk selamanya, karena gue pikun! Khikhikhi&#8230;</p>
<p>(<span style="font-style:italic;">to that particular fidelis colegue, it&#8217;s nice meeting you again after all this time)</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=340&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/fidelis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-7.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">photo-funia-7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Never Forget To Learn How To Be Lonely</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/never-forget-to-learn-how-to-be-lonely/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/never-forget-to-learn-how-to-be-lonely/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 04:55:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Kadang kalau ada teman atau keluarga yang ulang tahun dan kita menyanyikan lagu &#8216;Panjang Umurnya&#8217;, pernah terpikir atau tidak konsekuensi dari lagu itu kalau kiranya doa yang terkandung dalam lagu itu terkabul? Panjang umur memang harapan banyak orang, tapi apakah berumur panjang selalu menjadi sesuatu yang baik? Sepertinya tidak. Berapa besar kemungkinan bahwa pada saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=337&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-338" title="photo-funia-6" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-6.jpg?w=300&#038;h=241" alt="photo-funia-6" width="300" height="241" /></p>
<p>Kadang kalau ada teman atau keluarga yang ulang tahun dan kita menyanyikan lagu &#8216;Panjang Umurnya&#8217;, pernah terpikir atau tidak konsekuensi dari lagu itu kalau kiranya doa yang terkandung dalam lagu itu terkabul?</p>
<p>Panjang umur memang harapan banyak orang, tapi apakah berumur panjang selalu menjadi sesuatu yang baik? Sepertinya tidak. Berapa besar kemungkinan bahwa pada saat kita menyentuh usia 70 tahun, tubuh kita masih dalam keadaan cukup baik sehingga kita masih bisa menikmati kehidupan?</p>
<p>Kemungkinan itu agak kecil. Biasanya pada usia 50 tahunan, kita sudah mulai dirongrong oleh penyakit-penyakit metabolik, seperti Hipertensi, Diabetes, dll yang menyebabkan kita tidak bisa menikmati makanan seperti pada waktu kita masih muda. Lalu mulai usia 60-an alat gerak sudah mulai terganggu, entah osteoporosis atau rematik, tapi di usia ini kebanyakan orang sudah tidak bisa bergerak bebas.</p>
<p>Pada usia 70-an, mata, telinga, dan lidah biasanya sudah kehilangan 50% kepekaannya, sehingga kita mulai kesuliatan menikmati pemandangan, lagu, dan rasa makanan kesukaan kita.</p>
<p>Dengan semua faktor itu, biasanya pada usia 70-an manusia sudah kehilangan kemampuan untuk menikmati hidup.</p>
<p>Masih bisa hidup dengan sehat saja sudah merupakan sasuatu yang harus disyukuri kalau kita berada di usia itu.</p>
<p>Bayangkan saja, dengan keadaan-keadaan yang merupakan sebuah keniscayaan itu, kita masih dibayang-bayangi penyakit yang berpotensi untuk lebih parah dalam mengurangi kualitas kehidupan kita. Contoh paling umum adalah stroke. Kita kehilangan kontrol terhadap 1/2 bagian tubuh kita. Bagaimana kita bisa menikmati hidup kalau tubuh saja sudah tidak bisa bergerak?</p>
<p>Itu masih hal-hal yang berhubungan dengan tubuh. Bagaimana dengan lingkungan?</p>
<p>Bisakah terbayang bagaimana rasanya dikaruniai usia panjang dan tubuh sehat, tetapi kita harus menyaksikan teman-teman kita &#8216;pergi&#8217; satu per satu.</p>
<p>Kalau itu belum cukup parah, dengan usia panjang, tubuh yang semakin soak, dan teman-teman yang pergi, maka kita dihadapkan pada kehidupan yang sepi.</p>
<p>Sedih ya?</p>
<p>Makanya, disarankan waktu kita masih muda untuk berlatih hidup dalam kesendirian. Bukan apa-apa, tapi kalau saat itu tiba dan kita terbiasa dengan kehidupan yang dikelilingi oleh keluarga dan teman, otak kita sudah terprogram dengan gambaran hidup bersama orang lain, begitu dihadapkan pada kesendirian pasti rasanya sama sekali tidak enak.</p>
<p>Salah satu cara yang paling baik adalah mencari teman yang abadi.</p>
<p>Yes, I&#8217;m talking about HIM. Who else?</p>
<p>Nggak usah gimana-gimana banget, tapi mendekatkan diri dengan yang di atas pasti akan membantu perasaan kita pada saatnya nanti kalau teman-teman manusia kita sudah pergi semua.</p>
<p>Oh iya, memang sih masih ada kemungkinan untuk mencari teman baru. Tapi kalau kita sudah ada di usia setua itu, berapa persen kita akan bertemu sesama dengan usia yang sama? Kalaupun ada, apakah kesehatan mereka akan cukup baik sehingga mereka bisa memulai hubungan pertemanan yang baru dengan kita?</p>
<p>Sedangkan kalau mencari teman di kalangan yang lebih muda meskipun bukan sesuatu yang mustahil, tapi perbedaan usia tentu saja akan menghalangi kita untuk mendapatkan pola persahabatan yang maksimal.</p>
<p>Hieh&#8230; memang akhir tahun bikin pikiran mellow. Yang ada, tema yang diangkat juga jadinya mellow nggak jelas. Hahaha&#8230;</p>
<p>Tapi bener kan? Berhati-hatilah dengan apa yang kita minta. Sesuatu yang terdengar menyenangkan secara sekilas, belum tentu menyenangkan secara keseluruhan. Oleh karena itu, berlatihlah untuk sekali-sekali hidup dalam kesendirian.</p>
<p>Mungkin kalau sedang berlibur, putuskan semua komunikasi dengan dunia luar. Tinggal di rumah. Bayangkan kita sudah berusia tua, tidak punya teman dekat yang masih hidup, makanan yang dibatasi, kemampuan bergerak yang sangat terbatas, dan indera yang sudah tidak bisa maksimal dipakai untuk mengidera. Perlu mental yang sangat kuat untuk mempertahankan kewarasan pada saat kita terjebak dalam keadaan itu.</p>
<p>Kalau tidak percaya, coba saja lakukan itu selama seminggu. Hehehe&#8230; dijamin terasa banget.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/337/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=337&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/never-forget-to-learn-how-to-be-lonely/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-6.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">photo-funia-6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru-Guru Abusive</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/guru-guru-abusive/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/guru-guru-abusive/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 04:52:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi nonton berita tentang kasus penganiayaan murid oleh gurunya di Gorontalo. Waktu gue denger head line seperti itu, gue langsung kebayang kalau penganiayaan yang dimaksud ya penganiayaan seperti biasa. Maksudnya ya satu lawab satu, seorang guru menganiaya seorang murid. Entah dijotos kek, ditendang kek, digantung kebalik kek, pokoknya intinya gue kebayang korbannya cuman satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=334&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-335" title="photo-funia-5" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-5.jpg?w=300&#038;h=220" alt="photo-funia-5" width="300" height="220" /></p>
<p>Tadi pagi nonton berita tentang kasus penganiayaan murid oleh gurunya di Gorontalo. Waktu gue denger head line seperti itu, gue langsung kebayang kalau penganiayaan yang dimaksud ya penganiayaan seperti biasa. Maksudnya ya satu lawab satu, seorang guru menganiaya seorang murid. Entah dijotos kek, ditendang kek, digantung kebalik kek, pokoknya intinya gue kebayang korbannya cuman satu orang.</p>
<p>Ternyata kejadian itu terekam di kamera HP (jaman sekarang apaan sih yang nggak direkam di HP? Kayanya segalanya udah direkam) dan pas gue nonton, gue lumayan bengong. Karena ternyata yang di-abuse itu nggak satu murid, tapi banyak murid! Udah gitu kejadiannya di sekolahan pula.</p>
<p>Jadi kayanya sih penganiayaan itu dilakukan dalam rangka menghukum anak-anak cowok sekelas (karena gue nggak liat ada murid cewek yang ikut di-abuse).</p>
<p>Dan yang bikin gue bengong lagi&#8230; yang dinyatakan sebagai penganiayaan itu adalah begini. Anak-anak disuruh baris jadi satu saf, trus maju satu-satu buat ditabok mukanya sama gurunya (katanya sih guru matematika, bapak-bapak gitu).</p>
<p>Bisa ya penganiayaan digilir gitu? Nyebutnya apaan tuh? Penganiayaan massal? Kayanya gak cocok deh, karena jadinya kedengeran seperti Pengeroyokan massal. Jadi kesannya satu orang dianiaya rame-rame. Jadi nyebutnya apaan dong? Masa DIANIAYAAN MASSAL? Waduh&#8230; Belum pernah denger tuh awalan di- digabung sama akhiran -an.</p>
<p>Oh well&#8230; gue sebut aja TERANIAYA BERJAMAAH. Khikhikhi&#8230; (lo kira sembahyang, bisa dibilang berjamaah gitu?)</p>
<p>Tapi yang gue pengen tahu lagi, emangnya ditabok/digampar/digeplak begitu udah termasuk penganiayaan ya? Kayanya waktu gue SD dulu hukuman dari guru-guru gue masih lebih parah daripada itu deh. Masa baru ditabok aja udah penganiayaan sih? Apalagi kalo dalam tema pendisiplinan ya. Kalo tanpa alasan sih, tuh guru namanya minta ditabok balik.</p>
<p>Emang sih jaman sekarang masyarakat sudah menganggap bahwa hukuman badaniah sudah tidak dapat diterima seperti jaman dahoeloe kala. Tapi masalahnya, alternatifnya apaan?</p>
<p>Kalau bukan hukuman badan trus mau hukuman apa? Hukuman psikologis gitu? Bukannya itu lebih parah ya? Ntar kalo efeknya tuh anak-anak berubah jadi paranoid/phobic/dll, kan malah tambah repot.</p>
<p>Atau mau hukuman berupa tugas? Disuruh bersihin kamar mandi sekolah gitu? Waduh&#8230; emangnya bisa mempan ya? Secara di rumah masing-masing tuh anak-anak pasti pernah ngerjain tugas-tugas kaya begitu.</p>
<p>Masa mau hukuman ekonomis, alias denda? Lo kira jalanan, ngelanggar dikit, disemprit polisi, trus bayar denda gitu? Bisa aja sih, tapi itu sih hukuman lebih kena ke orang tua daripada&#8230; ke &#8230; anak&#8230;</p>
<p>WAH&#8230;!!!</p>
<p>Gue setuju sama denda! Biarin aja orang tua yang kena imbasnya. Kan ntar mereka yang marah-marah ke anaknya, jadi guru nggak usah takut dibilang abusive. Hehehe&#8230; Lagipula, kalo anaknya nakal, kan artinya orang tuanya yang nggak bener ngedidik-nya, biar aja mereka kerasa batunya. (kesannya gue kontra banget sama orang tua ya? khikhikhi&#8230;)</p>
<p>Haduh&#8230; pusing juga ya, padahal cuman mikirin tentang hukuman buat anak sekolah doang. Lha wong guru udah dilarang untuk memukul, tapi nggak dikasih alternatif untuk menghukum, jadinya gimana? Masa cuman dikasih tahu &#8220;Kamu jangan begitu, itu namanya nakal&#8221; sambil kepala muridnya dielus-elus. MANA MEMPAN?!</p>
<p>Yang ada malah tuh guru dikira melakukan pelecehan seksual dengan mengelus-elus muridnya. Hieh&#8230; repot lagi.</p>
<p>Apa mau pake ruang detensi seperti di penjara guantanamo? Murinya dimasukin ruangan kosong yang atap, lantai, dan temboknya berwarna putih. Dikasih lampu penerang yang kuat yang warnanya juga putih dan berbunyi &#8216;ngggggggggggggggggggggggg&#8217; (suara lampu neon kalo baru dinyalain) trus-terusan.</p>
<p>Dijamin efektif sih. Ruang detensi seperti itu sudah terbukti bikin psychological breakdown, tapi nggak sampe trauma. Dijamin kapok! Tapi&#8230; hmm&#8230; sepertinya ada efek samping yang gue lupa apaan dari terapi ini. Tapi apa ya? Oh well, gue lupa. Hehehe&#8230;</p>
<p>Satu lagi yang gue pengen tahu. Tuh guru emangnya nggak ngerasa ya kalo dia direkam gitu? Rekamannya lumayan jelas lho. Jadi udah pasti tuh HP diangkat lumayan tinggi waktu dipake buat ngerekam. Tuh guru cuman tinggal ngelirik ke kanan, nggak usah nengok, cuku ngelirik aja, dia pasti udah bisa liat tuh HP. Tapi kok bisa-bisanya dia nggak nyadar ya?</p>
<p>Jangan2 emang dia sengaja minta direkam, trus tuh rekaman rencananya mau dipake buat kenang-kenangan kalo ntar dia uda pensiun. &#8220;Ini lho, dulu saya pernah nabokin anak-anak cowok sekelas. Keren ya saya?&#8221; wew&#8230; psikopat.</p>
<p>Tapi gue setuju dengan adanya penghukuman. Untuk usaha pendisiplinan memang nggak bisa dihindari penggunaan dari sebuah sistem penghukuman. It&#8217;s just common sense.</p>
<p>Yang jadi pertanyaan, mau pakai sistem penghukuman yang bagaimana? Untuk dunia pendidikan harus dicari sistem penghukuman yang efektif (menimbulkan rasa kapok pada murid), tapi tidak menakibatkan kerusakan fisik/mental.</p>
<p>Nah&#8230; ayo, para psikolog, carilah jalan yang terbaik! Kalian dididik untuk itu bukan? Kita2 yang dari dunia hukum mah cuman kenal hukuman denda, kurungan, tutupan, penjara, dan hukuman mati. Yang mana jenis-jenis hukuman itu nggak cocok buat dunia pendidikan.</p>
<p>Ngomongin soal hukuman&#8230; gue baru nyelesein baca komik Rurouni Kenshin (Samurai X). Konyolnya, gue udah pernah baca tuh komik sampe kelar, tapi baru sekarang gue nyadar kalo tema tuh komik adalah atonement (penebusan dosa). Khikhikhi&#8230; telat banget ya gue? Maklum, tuh komik ceritanya rada meluas kemana-mana, jadinya tema utamanya rada gampang kelupaan. Hehehe&#8230;</p>
<p>Oh well, kita liat lah ntar gimana perkembangan tuh kasus guru abusive itu. Apakah akan menghilang atau akan berkembang seperti kasus STPDN/IPDN.</p>
<p>Btw, emang bener ya korban penganiayaan Ananda Mikola itu disodomi pake sendok sama si Ananda? Kok horor banget sih dengernya? Sekarang pake sendok, ntar tambahin garpu, pisau, piring, meja, kursi, dll, tinggal tambah roti, mentega, n nasi goreng udah siap tuh buat sarapan. Wakakaka&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=334&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/guru-guru-abusive/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">photo-funia-5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebentar Lagi&#8230;</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/sebentar-lagi/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/sebentar-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 04:49:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[TAHUN BARU!!! Hehehe&#8230; itulah yang gue maksud dengan sebentar lagi. Nggak terasa kita cuma tinggal mengarungi 1/18 bagian akhir dari tahun 2008 dan kita sudah memasuki tahun 2009. Oh my&#8230; Sejujurnya gue nggak begitu menikmati tahun baru. Karena tahun baru identik dengan awal, awal identik dengan pagi, dan gue nggak suka pagi, jadi gue nggak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=331&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-332" title="photo-funia-4" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-4.jpg?w=222&#038;h=300" alt="photo-funia-4" width="222" height="300" /></p>
<p>TAHUN BARU!!!</p>
<p>Hehehe&#8230; itulah yang gue maksud dengan sebentar lagi.</p>
<p>Nggak terasa kita cuma tinggal mengarungi 1/18 bagian akhir dari tahun 2008 dan kita sudah memasuki tahun 2009. Oh my&#8230;</p>
<p>Sejujurnya gue nggak begitu menikmati tahun baru. Karena tahun baru identik dengan awal, awal identik dengan pagi, dan gue nggak suka pagi, jadi gue nggak suka tahun baru (logika ngaco). Meskipun penjelasannya agak ngaco, tapi gue beneran nggak gitu suka sama tahun baru.</p>
<p>Dibanding pagi, gue jauh lebih suka malam. Dan dengan logika ngaco macam di atas itu, karena gue suka dengan malam, itu artinya gue suka dengan akhir, dan memang gue suka dengan nuansa akhir tahun.</p>
<p>Seperti sekarang ini&#8230;</p>
<p>Pertengahan bulan Desember&#8230;</p>
<p>Hhh&#8230; jadi mellow&#8230;</p>
<p>Rasanya baru kemaren masih bulan September, tiba-tiba sudah masuk Oktober, November lewat begitu saja, dan sekarang Desember sedang berlari menuju akhir.</p>
<p>Heh&#8230; Time flies&#8230;</p>
<p>Buat gue, tahun 2008 adalah tahun yang ekstrim, dan pada saat yang sama adalah tahun yang seimbang. Di tahun ini gue mendapat kebahagiaan dan juga kesedihan yang sama-sama kuat. Benar-benar sesuai untuk karakter aquarius yang tidak mudah terkesan. Jadi tahun ini lumayan berkesan lah buat gue. Hahaha&#8230;</p>
<p>Tahun 2009&#8230; bagaimana jadinya ya? Kalau untuk perancanaan gue sendiri sih, tahun 2009 akan jadi tahun yang sibuk sekaligus hectic. Tapi itu semua ya tergantung yang di atas sana. Bisa saja kan gue ngerancanain buat sibuk tapi ternyata justru jadi banyak waktu kosong. Hehehe&#8230;</p>
<p>Gue cuman berharap tahun 2009 tidak membawa perubahan ekstrim. Gue sudah cukup dapet perubahan-perubahan ekstrim di tahun 2008, jadi gue kepengen tahun 2009 menjadi tahun untuk istirahat (meskipun tetep sibuk).</p>
<p>Hmm&#8230; sepertinya gue memang sudah mulai tua.</p>
<p>Dulu gue selalu menyambut perubahan dengan senang hati, tapi sekarang gue malah berharap untuk mendapat stabilitas.</p>
<p>Hahaha&#8230; dasar aquarius memang susah untuk puas.</p>
<p>Yah, kita lihat saja lah nantinya bagaimana.</p>
<p>Btw, kalian tahun baruan sudah punya rencana apa? Gue sih seperti biasa, paling tahun baruan dengan keluarga. Seperti gue bilang, gue nggak gitu suka tahun baruan, jadi tahun baru dilewati biasa-biasa saja-pun nggak problem buat gue.</p>
<p>Haduh&#8230; lagi nuansa mellow terus nih. Dasar akhir, tahun sering membawa perasaan seperti ini.</p>
<p>Udah lah, entry kali ini segini dulu sebelum gue jadi lebih mellow lagi.</p>
<p>Well, I&#8217;ll see you when I see you.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/331/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=331&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/sebentar-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-4.jpg?w=222" medium="image">
			<media:title type="html">photo-funia-4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Going To A Party, Stag</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/going-to-a-party-stag/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/going-to-a-party-stag/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 04:44:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Hieh&#8230; hari ini gue dateng ke pesta perkawinan adik kelas gue di SMA. Gue dateng bukan karena gue kenal sama dia, tapi karena kakak dia dulu sekelas dengan gue dan kakaknya itu dateng ke rumah gue buat nganterin undangan. Jadi nggak enak lah kalo gue sampe nggak dateng. Lagipula dia juga bilangnya kalo dia ngundang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=328&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-329" title="photo-funia-3" src="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-3.jpg?w=219&#038;h=300" alt="photo-funia-3" width="219" height="300" /></p>
<p>Hieh&#8230; hari ini gue dateng ke pesta perkawinan adik kelas gue di SMA. Gue dateng bukan karena gue kenal sama dia, tapi karena kakak dia dulu sekelas dengan gue dan kakaknya itu dateng ke rumah gue buat nganterin undangan. Jadi nggak enak lah kalo gue sampe nggak dateng.</p>
<p>Lagipula dia juga bilangnya kalo dia ngundang banyak temen-temen seangkatan gue yang dia undang, jadi sekalian reuni lah judulnya.</p>
<p>Tapi apa daya, ternyata yang bisa dateng dari angkatan gue cuman gue doang. Temen se-geng gue pada nggak bisa dateng, karena yang satu baru operasi cesar anak ke-3 jadi dia belum bisa pergi, yang satu kerja sampe jam 4 di grogol padahal acaranya di kemayoran cuman sampe jam 5, yang satunya ada di Amrik, dan yang terakhir ikut ujian penerimaan CPNS Departemen Agama.</p>
<p>Sementara temen seangkatan gue yang lain pada nggak tahu tuh kemana semua. Grr&#8230;</p>
<p>Jadilah dari geng gue cuman gue sendiri yang dateng. Hiks&#8230;</p>
<p>Tapi nggak apa-apa juga sih. Gue orangnya juga nggak problem, mau dateng rame-rame nggak apa, mau dateng sendiri juga nggak apa-apa. Hehehe&#8230;</p>
<p>Yang bikin gue rada mikir adalah, di pesta itu gue nggak kenal siapa-siapa kecuali temen gue yang ngundang itu. Sementara dia, sebagai kakak pengantin, bertugas sebagai among tamu. Jadi nggak mungkin juga dia gue ajakin ngobrol.</p>
<p>Hieh&#8230;</p>
<p>Jadilah gue bener-bener Stag. Alias bener-bener sendirian. Dateng sendirian, sendirian selama pesta, dan pulang sendirian.</p>
<p>Satu-satunya kegiatan gue adalah membrutali makanan pesta. Hehehe&#8230; Lumayan&#8230;</p>
<p>Bahkan waktu foto bersama pun, gue ngedompleng aja sama adek-adek kelas gue (yang mana gue nggak kenal semua), dan langsung menggunakan jurus Ibu Gajah, yaitu Narsis Forever! Wakaka&#8230;</p>
<p>Dalam keadaan apapun, kalau di hadapan kamera harus tersenyum semanis-manisnya (meskipun hasilnya amit-amit).</p>
<p>Hmm&#8230; ini bener-bener pengalaman pertama buat gue, pergi ke pesta dalam keadaan Stag sepenuhnya. Selama pesta itu berlangsung, gue sama sekali nggak ngomong apapun, karena emang nggak punya pasangan buat ngomong. Gak lucu kan kalo gue ngomong sendiri. Apa kata dunia kalo burung hantu oversize seperti gue ngomong sendiri? Yang ada gue langsung dikirim ke penangkaran hewan langka kan repot jadinya.</p>
<p>Kalo lagi begini nih, baru kepikiran sisi negatif dari keadaan nggak punya pasangan, secara pasangan gue ada di ujung dunia yang berbeda dengan gue. Hiks&#8230; Jadi mellow&#8230;</p>
<p>Ahh&#8230; well&#8230; jalanin saja lah ya? Toh, paling nggak gue bisa puas makan makanan pesta (meskipun sempet keget juga menemukan gado-gado di sana). Hehehe&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/328/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=328&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/going-to-a-party-stag/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditogendut.files.wordpress.com/2009/03/photo-funia-3.jpg?w=219" medium="image">
			<media:title type="html">photo-funia-3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>So Many Things To Find Out, One Thing To Decide</title>
		<link>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/so-many-things-to-find-out-one-thing-to-decide/</link>
		<comments>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/so-many-things-to-find-out-one-thing-to-decide/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 04:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditogendut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditogendut.wordpress.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[There would come a time in a person&#8217;s life when he needs to decide which path he&#8217;ll take for the rest of his life. Hhh&#8230; gue udah tahu itu sejak lama, tapi gue baru menemukan diri gue di posisi itu sekarang ini. Yah, emang setiap orang harus mengambil keputusan tentang jalan mana yang akan dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=322&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-style:italic;">There would come a time in a person&#8217;s life when he needs to decide which path he&#8217;ll take for the rest of his life.</span></p>
<p>Hhh&#8230; gue udah tahu itu sejak lama, tapi gue baru menemukan diri gue di posisi itu sekarang ini.</p>
<p>Yah, emang setiap orang harus mengambil keputusan tentang jalan mana yang akan dia tempuh. Jalan mana yang menurutnya cukup berharga untuk menjadi fokus dedikasi kehidupannya.</p>
<p>Kebanyakan perempuan akan menjadikan anak sebagai fokus kehidupan. Walaupun ada juga yang memilih hal lainnya, karena berbagai alasan. Mulai dari memang perempuan itu sejak awal berniat untuk memfokuskan kehidupannya pada sesuatu selain anak, atau memang dia tidak dikaruniai anak sehingga harus berfokus pada hal lain.</p>
<p>Sayangnya, laki-laki tidak seberuntung itu. Memang sih, banyak laki-laki yang akhirnya memilih keluarga sebagai fokus kehidupan, tapi sayangnya dedikasi seorang laki-laki kepada anak tidak akan pernah menyaingi dedikasi seorang perempuan kepada anaknya, karena laki-laki tidak perlu menghadapi pertempuran seperti halnya peremapuan untuk mendapatkan anak.</p>
<p>Karena itulah laki-laki biasanya memilih objek lain sebagai fokus kehidupan, dedikasi, mimpi, dan bahkan ambisinya. Umumnya yang akan dipilih adalah pekerjaan.</p>
<p>Yah&#8230; itu sih konsepnya. Konsepnya memang gampang, tapi pada kenyataannya agak sedikit lebih ruwet dari itu.</p>
<p>Pertanyaannya adalah, pekerjaan apa yang akan dipilih?</p>
<p>Haeh&#8230; Gue sekarang ada di titik itu. Sekarang gue udah mulai magang di kantor notaris, yang berarti gue menempuh jalan untuk menjadi notaris. Tapi pada saat yang sama, jalan lain masih saja menggoda gue untuk gue ambil.</p>
<p>Jalan menjadi jaksa sudah tertutup untuk gue, karena ada syarat ukuran badan yang nggak bisa gue penuhi. Selain itu, sebentar lagi awal desember, dan biasanya penerimaan hakim diadakan di bulan Desember. Lalu masih ada juga jalan sebagai advokat yang masih mungkin untuk gue tempuh. Dan tentu saja ada juga jalan sebagai pegawai kantor, baik swasta maupun negeri.</p>
<p>Pilihannya ada banyak, dan gue masih belum bisa memutuskan secara final akan memilih jalan yang mana.</p>
<p>Oh iya, ada juga sih jalan menjadi pengusaha, tapi sayangnya gue nggak tertarik ke arah itu meskipun hal itu juga nggak sepenuhnya gue coret sebagai kemungkinan.</p>
<p>Jujur aja, selama 2 minggu gue magang di kantor notaris, gue semakin tertarik dengan pekerjaan yang satu ini. Entah kenapa pekerjaan satu ini (meskipun maha ribet) sangat menarik untuk gue. Memang nggak banyak drama seperti pekerjaan hakim ataupun advokat, dan juga tidak semapan pekerjaan sebagai pegawai, tapi pekerjaan ini menawarkan hal yang tidak ditawarkan pekerjaan lainnya.</p>
<p>Hal itu adalah, sebagai seorang notaris, kita adalah boss diri kita sendiri. Advokat biasanya jarang berkerja sendiri dan bergabung dengan kantor hukum, di kantor itu biasanya seorang advokat harus tunduk pada sistem kerja kantor hukum itu. Apalagi menjadi hakim dan pegawai negeri pasti punya jadwal yang teratur.</p>
<p>Sebaliknya notaris tidak punya boss. Notaris adalah boss di kantornya sendiri. Kita bisa memilih sendiri kapan akan buka kantor, kapan ingin santai-santai, kapan berkerja dengan cepat, dan kapan akan menunda-nunda. Semua itu ada di tangan notarisnya sendiri. Itu sangat menarik buat gue. Hehehe&#8230;</p>
<p>Emang sih, notaris tetap perlu memiliki kedisiplinan yang baik untuk memuaskan klien. Tapi tidak ada yang akan memarahi seorang notaris kalau dia bermalas-malasan. Paling resikonya adalah ditinggalkan klien dan tidak mendapat duit. Huahahaha&#8230;</p>
<p>Tapi selain itu, entah kenapa pekerjaan yang satu ini benar-benar menarik buat gue. Ada tantangan-tantangan tersendiri yang baru gue sadari setelah gue mulai kerja di kantor notaris yang entah kenapa justru membuat gue semakin tertarik.</p>
<p>Hhh&#8230; gimana ya? Gue pengen memutuskan untuk benar-benar konsentrasi pada jalan seorang notaris, tapi setiap kali gue mau ngambil keputusan bahwa gue akan commit di jalan ini, godaan dari jalan yang lain selalu mengganggu.</p>
<p>Hiks&#8230; what should I do? Apa mendingan gue bertapa ke gunung buat minta wangsit ya? (hehehe&#8230; mulai ngaco)</p>
<p>Yah, sekarang ini gue memutuskan untuk menjalani jalan yang sudah gue jalani ini saja dulu. Jalan lainnya gue cuekin dulu sampai tiba saatnya gue bisa menemukan alasan bagus untuk ganti jalan. Tapi kalau tidak ada alasan, gue rasa jalan sebagai notaris cukup <span style="font-style:italic;">worthy</span> untuk gue tempuh.</p>
<p><span style="font-style:italic;">God bless</span> aja lah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditogendut.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditogendut.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditogendut.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditogendut.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditogendut.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditogendut.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditogendut.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditogendut.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditogendut.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditogendut.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditogendut.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditogendut.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditogendut.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditogendut.wordpress.com/322/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditogendut.wordpress.com&amp;blog=4185086&amp;post=322&amp;subd=ditogendut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditogendut.wordpress.com/2009/03/22/so-many-things-to-find-out-one-thing-to-decide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53d5c98c1beb082f918dae8c873fd323?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditogendut</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
