Oleh: ditogendut | 11 Juli 2008

Misteri Rendang

.


Your Heart Takes Love Seriously


You are attracted to obedience and warmth.

 

In love, you feel the most alive when your lover is creative and never lets you feel bored.

You’d like to your lover to think you are stylish and alluring.

You would be forced to break up with someone who was emotional, moody, and difficult to please.

Your ideal relationship is lasting. You want a relationship that looks to the future… one you can grow with.

Your risk of cheating is low. Even if you’re tempted, you’d try hard not to do it.

You think of marriage as something that will confine you. You are afraid of marriage.

In this moment, you think of love as commitment. Love only works when both people are totally devoted.

 

(ini posting gue di blogger tanggal 10 Juni 2008 )

Dua hari lalu gue dateng di acara lamaran Cucut, temen gue di S1.

Satu kata yang muncul di kepala gue adalah: AKHIRNYA!!!

Bukan, bukan akhirnya si Cucut dilamar juga, bukan itu (meskipun sedikit banyak itu juga terlintas di kepala gue sih hehehe…). Maksud gue ‘akhirnya’ adalah, akhirnya gue bisa ngeliat rumah si Cucut itu. Mwahahaha…

Bayangin aja, semua temen2 kita sudah pernah main ke rumah Cucut. Bahkan si Landak yang anak kost itu aja ngakunya sudah pernah main ke rumah si Cucut. Lha gue sebagai mbah-nya si Cucut kok malah gak pernah main ke rumahnya.

Kepiye tho iki?

Maka, terjadilah apa yang harus terjadi. Gue tungtangtingting di rumah dia.

Diantara temen2, gue yang dateng paling pagi. Jam 9 kurang udah sampe di depan gerbang rumah dia.

Yang menyambut gue adalah seorang bapak2 berbaju biru dan berambut putih. Mungkin dia mikir dalam hati, “Burung hantu oversize dateng dari mana nih? Lagian burung hantu kok bisa bangun pagi-pagi begini?” Hwehehehe…

Tapi beneran bin serius, waktu itu wajah si bapak itu bener2 menunjukkan pikirannya yang kurang lebih seperti di atas itu bunyinya.

Gue sebagai orang gendut bersertipikat halal dari MUI dan telah berpengalaman sebagai orang gendut selama 27 tahun, dengan cuek dan sok imut nanya ke dia, “Permisi, ini bener rumahnya Rany (nama asli si Cucut)?”

Si bapak itu menjawab “Iya, benar.”

……………

Trus sudah…

Dia nggak ngomong apa2 lagi, nggak melakukan apa2 lagi, dan cuman berdiri di sana dengan wajah bengong melotot ke arah gue.

Ya ampun, ga pernah ngeliat orang gendut ya Pak? Jangan sampe gitu dong ngeliatinnya.

Akhirnya setelah puas diliatin begitu, gue berinisiatif bertanya pada si bapak berambut putih, “Rany-nya ada Pak?”

Barulah otak si bapak itu kembali connect setelah sempat nge-hang gara2 overload ngeliat gue.

Akhirnya dianterinlah gue sama si bapak berambut putih itu menemui si Cucut.

Dan… ASTAGANAGAJINGGASIDHARTAGAUTAMA… berdiri di hadapan gue seorang Cucut ,yang sehari-harinya ga jelas dia itu cowok apa cewek, tapi kali ini dia pake kebaya warna biru. Dan dengan suksesnya dia henshin (berubah wujud) menjadi seorang maharatu KencanaWungu.

MWAHAHAHAHA…

Duh, jahatnya gue. =x

Tapi begitulah enaknya jadi wanita. Gak perduli sehari-harinya dia berwujud seperti apa, tapi begitu didandanin n dipoles, langsung kinclong. Coba kalo gue yang dipoles, bisa-bisa Jakarta langsung BedolDesa ngungsi ke pulau lain gara-gara gue dianggep Godzilla dipakein bedak. Hihihi…

So… setelah puas menahan tawa gara2 ngeliat si Cucut sang preman cibubur berubah jadi feminin bin sekseh itu, gue segera duduk di musholah kecil yang ada di rumah si Cucut itu.

Gak lama Ibu Gajah, Laler, n Tai dateng. So, jadilah kita ngobrol2 sama si Cucut sambil nunggu acara mulai.

Itu acara kan pagi, jadi gue berangkat dari rumah belum sempat sarapan. Laper dong. Jadilah gue ngobrol sama temen2 sambil celingukan ngeliatin ada makanan apa yang kira2 bisa gue nodai.

Pas lagi celingukan begitu, tiba2 nyokap si Cucut dateng ngedeketin kita n bilang, “Ayo, siapa yang mau sarapan ikut sama teteh-nya si Cucut gih.”

Temen2 gue pada ja’im semua. Semuanya udah seperti paduan suara, secara bersama-sama cuman bilang “Makasih tante, nanti saja nunggu acaranya mulai.”

Yang fals cuman gue doang karena gue ngejawab, “Kalo boleh sih saya mau Tante.”

Jadilah makanan pesta si Cucut gue nodai duluan. Mwahahaha… Korban utama adalah rendang. Kenapa gue bilang korban utama? Karena di saat itu gue makan nasi pake rendang, tapi begitu acaranya dimulai, tuh rendang satu baskom hilang semua. MWAHAHAHA…

Bisa jadi film detektif nih. Judulnya: Misteri Lenyapnya Rendang.

Bahkan si Laler sempet menuduh, jangan2 tuh rendang gue habisin sendiri pagi itu.

Sambil tersenyum penuh rahasia n bersihin gigi pake tusuk gigi gue menjawab, “Hanya Tuhan yang tahu.” Wekekekek…

PS: Karena gue telah mem-brutal-i rendang, temen2 yang lain ga mau kalah. Tiramisu di rumah si Cucut dinodai habis2an sama temen2 gue. Hwahaha… Makanya Cut, jangan ngundang orang2 kanibal begini. Udah sukur ini belum full power, coba kalo formasi kita lengkap. Bisa-bisa habis rumah lo dimakan sama kita. Mwahahaha…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: