Oleh: ditogendut | 11 Juli 2008

(Somebody Please…) Take The Lead

(Ini postingan gue di blogger pada tanggal 1 Juli 2008 )

Gue bukan ngomongin tentang film yang judulnya sama dengan judul entry ini ya. Kebetulan aja judul itu pas dengan apa yang mau gue bahas.

Gue emang gak suka dengan stereotyping yang berlaku di masyarakat kita bahwa dalam hubungan pria dan wanita, si pria harus selalu yang memimpin sedangkan yang perempuan mengikuti pimpinan si pria. Sudah jaman sekarang gitu lho, masa masih mau pakai blue print jaman dahulu kala begitu sih?

Nggak apa-apa dong kalo di jaman sekarang lebih seimbang. Sebagian besar waktu yang laki-laki take the lead, sementara untuk beberapa waktu lainnya giliran yang perempuan yang take the lead.

Tapi yang jadi masalah adalah kalau masing-masing pihak nggak ada yang mau take the lead. Bencana alam…

Kebayang nggak sih? Sepasang penari waltz, pas mereka mulai berpegangan tangan, masih nggak ada masalah. Tapi begitu musiknya mulai jalan, tiba-tiba yang perempuan nyadar sesuatu yang aneh, yaitu si pria menaruh tangan kanannya di atas bahu kiri si perempuan.

Lho…?

Siapa yang take the lead?

Buat yang nggak pernah dansa waltz mungkin nggak ngerti analogi itu. Dalam waltz, yang pria menaruh tangan kanannya di pinggang kiri si perempuan, sedangkan yang perempuan menaruh tangan kirinya di bahu kanan si pria.

Tangan pria di pinggang perempuan karena si pria yang berperan jadi leader (penuntun) dalam waltz, jadi tangan itu untuk menyetir tubuh si perempuan supaya si perempuan tahu harus bergerak ke arah mana.

Sementara tangan si wanita ada di bahu pria sebagai tanda kalau dia percaya pada keputusan si pria. Terserah si pria mau mereka berputar ke arah mana, si wanita bakal ngikutin.

Sekarang kalo udah ngerti. Kebayang nggak waltz yang dua-duanya menaruh tangan di bahu?

Siapa yang dituntun? Siapa yang menuntun?

Kalo si pria mau di-lead sama si wanita sih oke-oke aja lah. Yang penting ada yang nuntun. Lha kalo begitu si wanita nurunin tangannya ke pinggang si pria, tapi trus si pria menolak untuk dituntun?

Bingung gak lo?

Gue sih bingung lho liat ada cowok seperti itu. Gak mau memimpin, tapi pada saat yang sama juga nggak mau dipimpin.

Tiap ditanya sama yang cewek, “Trus sekarang hubungan kita mau dibawa kemana?”

Yang cowo selalu jawab, “Terserah”

Tapi setiap si cewek mulai take the lead, yang cowok pasti menolak untuk mengikuti.

Lha trus gimana?

Gue sebagai cowok aja bingung kalo denger ada cowok seperti itu. Gimana para cewek yang punya pacar seperti itu? Bisa-bisa mereka nggak kemana-mana.

Gue pribadi, kalau gue nggak tahu harus bagaimana lagi dalam suatu keadaan, gue dengan lapang dada (n dengan cueknya) bakal bilang, Lead me ke cewek gue.

Sekali gue bilang ‘terserah’, itu artinya emang bener-bener TERSERAH. Nggak pakai tapi, nggak pakai kecuali. Hehehe…

Gue serahkan semua ke pasangan gue untuk menuntun, n gue akan dengan setia membiarkan diri dituntun.

Sampai satu saat gue udah stabil lagi, n bisa ngambil keputusan lagi, udah ada rencana lagi, I shall take the lead again as I am suppose to do.

To lead or be lead, I have no problem with any of them. Kadang gue nggak bisa selalu memimpin, I’m a human being, and there are times when I felt lost. At those time, I’ll let my woman lead me until I can lead again.

Cuman sesederhana itu kan?

Hidup udah ruwet, kenapa harus dibikin lebih ruwet dengan hal-hal seperti gengsi atau hal-hal nggak penting lainnya?

Lagipula kalau memang kita bener-bener cinta dengan seseorang, bukankah kita juga seharusnya bisa memasrahkan hidup kita ke tangan dia kan?

Yah ini cuman pendapat gue doang yang gue olah pakai logika. Kalo ada yang nggak setuju, itu hak mereka. Tapi coba dipikir baik-baik, apakah pendapat gue ini memang salah?
To all men in the world:
When you can’t lead, let her TAKE THE LEAD!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: