Oleh: ditogendut | 11 Juli 2008

Stress Menunggu

.


Your Ideal Relationship is Polyamory


You want to have your cake… and everyone else’s.

Which isn’t a bad thing, if everyone else gets to eat too!

You’re too much of a free spirit to be tied down by a traditional relationship.

You think relationships should be open and free, with few restrictions.

 

(ini posting gue di blog spot pada tanggal 6 Juni 2008 )

Gue nggak ngomongin soal menunggu secara umum, cuman stress nunggu hasil dari sesuatu aja.

Contohnya sekarang ini, gue lagi (masih) stress nunggu hasil ujian gue.

Emang sih, gue sadar ini baru 2 minggu, tapi TOLONG YA!!! Nilai2 ini yang menentukan gue bisa lulus dari notariat atau nggak!

AAAAARGH!!!!

Stress… stress… stress… stress… stress…

Tapi meskipun gue stress begini,gue masih sempet merhatiin kebiasaan temen2 gue kalo mereka lagi stress juga.

Pertama, Nana. Dia kalo lagi stress nunggu hasil ujian pasti rajin nelpon semua temen2 yang lain buat nanyain apakah nilai2 udah pada keluar. Padahal dia sendiri punya sambungan internet di rumah, tinggal on-line aja udah bisa tahu nilai2 udah pada keluar atau belum. Tapi dia lebih prefer buat nelponin temen2. Tapi seringnya kita berdua gila bersama lewat telpon sih. Hehehe…

Trus Wira. Makhluk yang satu ini katarsisnya paling umum. Dia jalan kemana2. Mulai dari semua mall n plaza di Jakarta, sampe jalan2 ke luar kota. Pokoknya yang penting jalan.

Mbak Teti. Temen gue yang ini adalah temen berurai air mata bersama. Pokoknya kalo udah ngobrol berdua pasti isinya ratapan pilu mahasiswa notariat. Banjir airmata adalah hal yang biasa terjadi kalo kita ngobrolin kampus.

Tapi satu hal yang gue perhatiin adalah, tingkat stress anak-anak notariat ini sepertinya jauh lebih parah daripada anak2 lain ya?

Emang sih, temen2 seangkatan gue di notariat mayoritas emang udah berkeluarga, jadi kuliah bisa dibilang sebagai sebuah kemewahan. Jadi kalo sampe ga lulus, artinya mereka borosin duit lagi buat semester selanjutnya.

Tapi trus gue nyadar kalo uang bukanlah alasan yang terbesar. Ada alasan lain yang lebih horror, yaitu:

STATUS MAHASISWA ABADI!!!

Notariat emang parah sih kalo udah tentang hal itu. Masa dosen gue aja ngaku kalo dia waktu masih jadi mahasiswa notariat pernah ngulang 1 mata kuliah sebanyak 8 kali! Parah…

Udah gitu suami temen tante gue. Dari tante gue masih kuliah dokter, sampe dia lulus jadi dokter jantung, tuh orang satu masih belum lulus juga dari notariat! Padahal setau gue, pendidikan dokter tuh jenis pendidikan yang paling lama, lha ini ada yang bisa ngalahin.

Kalo gue pribadi, buat ngelupain stress, mending main PS2, browsing internet, n tidur.

Huahahaha…

(Tapi kayanya katarsis gue nambah deh, yaitu suka merhatiin orang lain. Hehehe…)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: