Oleh: ditogendut | 23 Juli 2008

Rutinitas? Eugh…

Tadi siang (berarti kemaren siang ya? Hehehe… Maklum, gue nulis ini jam 2 pagi n gue belum tidur, jadi masih terasa seperti hari ini) gue cukur rambut setelah hampir 3 bulan nggak cukur.

Sebenernya sih gue nggak ada masalah sama cukur rambut. Yang bikin gue tidak cukur rambut dengan rutin hanyalah karena males aja. Hahaha…

Gue males juga bukan karena gue nggak suka mengurus diri sendiri (silahkan baca entry Learn To Be Lonely 2), tapi karena gue paling nggak suka sama segala sesuatu yang bersifat rutin. Apapun itu, tapi kalo udah yang namanya rutin, pasti gue males ngerjainnya.

Padahal cukur rambut aja kan cuman sebulan sekali yang berarti cuman 12 kali dalam setahun, tapi yang gue udah males duluan dengan mengetahui kalo itu adalah kegiatan ‘sebulan sekali’. Ugh… baru dengernya aja udah males duluan gue.

Akhirnya ya gitu deh, gue ngelakuin segalanya tanpa pola. Seperti cukur rambut, bisa aja gue kerjain sekarang, ntar gue cukur lagi 2 bulan kemudian, dan selanjutnya adalah 1,5 bulan kemudian. Pokoknya harus dilakukan dengan tanpa pola.

Mandi juga gitu, gue harus mandi dengan jam yang berbeda-beda setiap harinya. Kalo sampe gue harus mandi dengan jam yang sama setiap harinya, yang ada frekwensi mandi-nya yang gue rubah-rubah. Bisa 2 hari sekali gitu, huahahaha… (jorok mode – on)

Dan ketidaksukaan gue terhadap hal-hal yang rutin itupun juga bukan hanya berlaku untuk hal-hal yang penting (yang mana biasanya hal yang penting itu adalah hal-hal yang terasa merepotkan), tapi juga berlaku untuk hal-hal yang gue suka, contohnya ya surfing internet.

Gue paling suka baca-baca wikipedia, sejak gue tahu tentang wikipedia gue pasti main-main ke situ setiap kali on-line. Tapi untuk menghindari supaya gue nggak males dengan wikipedia, gue harus cari cara supaya jalan-jalan ke wikipedia menjadi sesuatu yang nggak rutin. Bisa dengan jalan-jalan ke website lain dulu, trus ntar belakangan baru ke wikipedia, atau sebaliknya ke wikipedia dulu baru jalan-jalan ke tempat lainnya.

Atau contoh lainnya adalah menulis blog. Untuk menghindari supaya gue nggak males nulis blog, gue sampe buka 3 account blog supaya gue nggak bosen. Kemarena aja tuh gue bisa tahan-tahan sekuat-kuatnya nahan bosen dengan hanya bertahan nulis di blogger sampe sebulan lebih. Tapi itu karena terpaksa sih, secara telkomnet lemot banget kalo gue nulis di tempat lain.

Sebenernya sih bisa aja gue memaksa diri untuk melakukan sesuatu dengan rutin, dan gue bisa meng-commit-kan diri gue untuk sesuatu yang rutin itu, tapi efeknya pasti gue males, n akhirnya malah bikin semuanya berantakan dan tidak tertutup kemungkinan gue akan ilfil dengan apa yang gue lakukan itu.

Hhh… kenapa ya gue kok begini?

Oh well… jalanin aja lah ya? Namanya juga karakter gue emang unik, jadi lebih baik tidak disesali. Hahaha…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: