Oleh: ditogendut | 30 Juli 2008

Hantu di Sekolah

Tadi siang sampe sore gue kumpul2 sama Winy the Pooh, Landak, n Polar Bear. (Jangan kaget kalo semua temen-temen gue punya adalah binatang karena kita semua memang termasuk kingsom animalia, hehehe…)

Gue sih kepengennya bisa ketemu dari jam 10 (pas Citraland baru buka) jadi kita bisa nongkrong lebih lama, tapi karena Winy the Pooh ada acara dulu siang itu, makanya kita baru bisa kumpul setelah jam 2. Yang diundang sama Winy the Pooh ke acara kumpul2 itu adalah gue, Landak, Polar Bear, Ox, Ibu Gajah, dan Anak Babi, tapi ternyata yang bisa dateng cuman gue, Landak, n Polar Bear.

Yah, nggak apa-apa lah, yang penting kan bisa pada kumpul-kumpul n melepas kangen karena emang kita semua sibuknya udah setengah hidup, jadi mau telpon-telponan buat ngerumpi aja udah susah banget. Polar Bear kerja di kantor akuntan n tiap hari pulangnya bisa setelah menjelang subuh, sementara Winy the Pooh yang seorang guru juga pasti sibuk sama sekolahannya. Gue sih udah bersyukur banget kita bisa kumpul meskipun hanya ber-4.

Yang pertama dateng adalah Landak karena kos dia memang di deket CL, dia sampai sekitar jam 1 n dia menunggu di A Club Cafe karena di cafe itu ada free wi-fi jadi dia bisa on-line sambil nunggu yang lain pada dateng. Yang kedua adalah gue yang dateng sekitar jam 2.

Begitu sampe, gue langsung beberekan laper ke Landak, karena emang gue belom sarapan jadinya jam 2 siang udah kelaparan. Hehehe… Tapi kita nggak bisa langsung cari makan karena 2 hal. Pertama karena Winy the Pooh belum dateng, sebenernya sih nggak apa-apa kalo makan duluan, cuman makan rame-rame kan lebih enak. Sebab kedua adalah karena Landak lagi down-load MP3, jadi terpaksalah gue meratapi nasib gue yang kelaparan ini sambil nunggu dia selesai down load.

Setelah selesai down load, pas Winy the Pooh juga sudah mulai cari parkir, jadi gue n Landak langsung ke Pizza Hut buat pesen tempat. Pas lagi nunggu tempat, Winy the Pooh ternyata sudah muncul. Langsunglah mereka berdua heboh ngomongin kuliah, karena memang mereka lagi kuliah S2 psikologi di UnTar, jadi omongan mereka memang nyambung.

Gak lama kita udah dapet meja, pesen-pesen makan (yang mana gue pesen banyak banget karena lagi kalap), n ngobrol-ngobrol ngalor ngidul sampe akhirnya makanan pada dateng. Kita udah pada hampir selesai makan, barulah Polar Bear dateng. Kita kira dia mau pesen makanan juga, tapi ternyata dia sudah makan di luar, jadi kita berempat cuman ngobrol-ngobrol doang.

Setelah selesai makan, kita keluar dari Pizza Hut n jalan menuju Batik Keris yang ada di lantai 2 CL karena gue pengen beli bingkisan untuk dosen pembimbing gue (nggak apa-apa kan ngasi bingkisan gitu? Toh gue udah lulus juga, jadi ga bisa dibilang nyogok kan ya?) Setelah mencari-cari (yang mana Landak jadi korban karena dia yang terpaksa nyoba-nyobain baju batik. Gak mungkin gue yang nyoba kan? Yang ada bajunya kegedean kalo dikasi ke dosen gue) akhirnya gue menentukan pilihan kemeja batik yang mau dibeli.

Selesai belanja batik, seperti umumnya cewek, Winy the Pooh ngajakin ngeliat sepatu-sepatu dulu (what is it between women and shoes?). Setelah puas liat-liat sepatu, kita kembali ke habitat alami kita bersama, yaitu Starbucks CL.

Disinilah cerita horror dimulai. Ini cerita tentang kelas yang diajar oleh Winy the Pooh. Dia mengajar kelas 2 SD, n selama 2 minggu dia mulai mengajar kelas itu sering terjadi ke anehan-keanehan di kelasnya.

Menurut ceritanya, sering sekali benda-benda yang kecil-kecil seperti tutup botol minum, pensil, penghapus, dll tiba-tiba menghilang dan muncul di tempat lain di kelas itu. Saking parahnya, tutup botol yang sedang digenggam oleh salah satu murid Winy the Pooh bisa menghilang begitu saja n muncul di meja atau tas murid yang lainnya.

Kalau hanya terjadi beberapa kali dan setiap kali hanya terjadi pada satu orang yang berbeda-beda sih masih kemungkinan karena ada anak yang iseng. Tapi semakin lama kejadian ini semakin sering terjadi dan sekalinya terjadi langsung terjadi pada beberapa murid yang selalu berbeda-beda. Pokoknya bener-bener acak n gak ada polanya sama sekali.

Perkiraan awal bahwa pelakunya adalah salah satu murid semakin lama semakin berubah menjadi perkiraan bahwa pelakunya adalah bukan makhluk dari dunia ini. Karena kejadian ini semakin meresahkan guru-guru (murid-murid sih seneng aja, mereka malah ngirain kejadian-kejadian itu sebagai sihir atau sulap, dasar anak kecil), maka pimpinan sekolah memutuskan untuk memanggil pendeta untuk melakukan penyucian dan pengusiran.

Tapi bukannya mengusir, si pendeta itu malah menyampaikan pesan bahwa si makhluk yang mengganggu itu meminta disediakan kursi untuk ia duduki (yaolo… manusia males sekolah, lha ini makhluk lain kok malah pengen ikut sekolah). Tapi akhirnya tetep diadakan upacara pengusiran sih.

Ternyata usaha itu tidak mempan, karena besoknya kejadian itu berulang lagi, dan bahkan sekali kejadian bisa dibilang lebih parah karena suatu pagi seorang guru menemukan sebuah kursi diletakkan di tengah-tengah ruang kelas, padahal setiap malam janitor sekolah itu pasti membereskan kursi-kursi murid dan disusun di pinggir kelas. Jadilah para guru-guru kembali resah karena munculnya keanehan-keanehan di kelas itu sehingga rencananya beberapa hari lagi akan diadakan upacara pengusiran roh lagi.

Gue udah nggak ngerti mo ngomong apa mendengar cerita itu. Kok bisa-bisanya ada hantu di ruang kelas anak SD ya? Hihihi… aneh-aneh aja.

Selama nongkrong di Starbucks CL kita cuman membicarakan hal itu doang. Nggak horror-horror banget sih, karena makhluk itu nggak pernah menunjukkan diri. Tapi menurut Winy the Pooh, keisengan makhluk itu sudah mulai mengganggu, dan juga sekarang para guru-guru cuman bisa menunggu waktunya salah satu murid akan menyadari kalau yang mereka hadapi bukanlah sulap atau sihir seperti yang ada di cerita Harry Potter, tapi yang mereka hadapi adalah hantu.

Kalau murid-murid itu sadar n trus cerita ke ortu mereka, yang ada bisa-bisa semua murid-murid itu dipindahin sekolah semua sama orang tua masing-masing ya kan?

Tapi paling nggak makhluk itu masih baik lah menurut gue. Dia cuman iseng doang menukar-nukar tempat disimpannya benda-benda kecil-kecil. Coba dia jahat, yang ada sekolah Winy the Pooh masuk berita karena terjadi kesurupan massal seperti yang sering terjadi pada sekolah-sekolah lain di tahun-tahun kemarin.

Hhh… jangan sampe deh kejadian seperti itu. Horror banget sodara-sodara.


Responses

  1. Thanks in favor of sharing such a good opinion, paragraph is pleasant, thats why i have read it completely


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: