Oleh: ditogendut | 11 September 2008

Pesta Perkawinan

You Are 55% Addicted to Blogthings


You’re a Blogthings fiend –  addicted but not totally dependent.
So what if you know your personality type by heart?

And while you may feel like Blogthings is crack…
There are people much worse off than you!

How Addicted To Blogthings Are You?

Hari ini (tanggal 10 September 2008), gue perki ke acara perkawinan temen gue. Nama dia Frans dan dia adalah temen seangkatan gue di FH UnTar trus dia juga jadi temen seangkatan gue lagi di Notariat UI.

Gue dateng ke perkawinan dia barengan sama temen gue Nana. Gue jemput dia karena dia udah teler kecapekan habis kerja seharian (hiks… iri gue sama yang udah dapet kerja…)

Kita emang dasarnya anak-anak alim, jadi kita santai aja dateng ke acara resepsi perkawinan itu. Meskipun di dalam hati juga rada-rada bertanya-tanya karena acara perkawinannya itu diadakan di HAILAI ANCOL!

Hieh… dasar emang anak polos… kita anggep acara itu ya seperti acara perkawinan biasa yang paling kita dateng, isi buku tamu, salaman sama penganten yang selalu berdiri di pelaminan, makan-makan prasmanan, ngobrol-ngobrol sama temen-temen yang kita kenal, foto-foto, trus pulang.

Ternyata oh ternyata…

Bagitu dateng udah merasa aneh, karena nggak ada among tamu di pintu depan. Tapi ya sudah lah, siapa tau emang nggak pake among tamu karena pintu depan Hailai itu langsung mengarah ke tangga, jadi nggak ada tempat juga buat para among tamu berdiri.

Trus kita lanjut naik tangga n langsung ketemu meja penerima tamu. NGGAK ADA ORANG! Yang tamu cuman gue n si Nana doang, sementara yang jaga meja juga cuman ada 2 orang.

Sampe situ aja perasaan udah aneh. Karena udah beda banget sama acara kawinan konvensional.

Akhirnya kita cuek aja n nekat masuk ke ruang perkawinan yang luas banget n penuh meja. Okay… sampe sini emang masih beda (kan masih jarang tuh pesta resepsi kawinan pake konsep sitting dinner), tapi paling nggak masih normal lah.

Setelah sempat tengak tengok, celingak celinguk, n bengong sejenak karena ngeliat pelaminan dalam keadaan kosong (pengantennya dan para orang tua nggak ada di pelaminan), akhirnya ada Wedding Organizer (WO) yang ngedeketin kita dan mengarahkan kita ke meja yang masih kosong.

Setelah duduk, barulah gue n temen gue itu menyadari bahwa ada sesuatu yang amat sangat nggak pas buat acara perkawinan. Apakah itu?

Ehm… di panggung yang juga diatur sebagai pelaminan tampak 3 orang wanita sedang bernyanyi-nyanyi (yup… mereka menyanyi di atas pelaminan), dan baju mereka… bener-bener baju KABARET! Pokoknya kalo mereka muncul di film Moulin Rouge, mereka pasti cocok banget. Lha wong bajunya sudah jubah yang menerawang, berbulu-bulu, hiasan rambut yang amat sangat bling-bling, dan baju dalamannya (yup, keliatan kok dalemannya) penuh dengan glitter-glitter dan berbentuk seperti baju renang.

Haiyah… ini resepsi perkawinan apa pertunjukan kabaret?

Trus sukur kalo cuma mereka yang begitu. Selama 1 1/2 jam gue di sana, sepanjang acara isinya dance dan nyanyi-nyanyi seperti konser. Pengantennya cuman naik ke panggung sebentar buat potong kue dan habis itu langsung disambung dengan dance dari kelompok tari SEXY DANCER!

Sukur kalau cuman namanya doang yang sexy, baju mereka juga menyesuaikan dengan namanya saudara-saudara. Gue bener-bener speechless sepanjang acara.

Udah gitu makin malam bajunya makin minim lagi. Kalo pertama-tama mereka masih pake jubah yang menerawang, selanjutnya mereka pakai baju renang, lanjutannya lagi mereka pakai bikini. Semuanya penuh dengan bling-bling dan bulu-bulu. Haeh…

Tariannya dong… Udah persis seperti tarian striptease abis.Gila aja tuh cewe-cewe pada nari-nari sambil ngangkang sana ngangkang sini seperti nggak kenal malu. Tinggal mereka lepasin aja baju mereka satu-satu, jadilah mereka nari striptease.

I tried to keep an open mind. I tried to be a good liberal. But this is just simply out of the ordinary.

Kalau gue memang diundang ke pertunjukan kabaret, atau acara dugem, atau bahkan diundang nonton striptease, gue nggak apa-apa. Karena gue nggak mengharapkan yang lain dari undangan itu. Lha ini undangan kawinan, tapi kok acaranya seperti itu?

Si Nana aja sampe nyadar betapa mupeng-nya muka gue waktu ngeliat para penari-penari itu. OMG!

Apalagi lagu yang mengiringi tarian mereka adalah lagu-lagu dugem yang bass-nya gila-gilaan. Pokoknya udah bener-bener nuansa clubbing, sama sekali bukan nuansa resepsi. Tingga matiin lampu, pasang lampu disko, keluarin bir sebanyak-banyaknya, maka jadilah acara itu berubah menjadi acara clubbing.

Tentang makanan juga begitu. Course-nya banyak banget. Tadi aja gue baru sampe course ke-8 udah jam setengah 10 malam, dan menurut pelayannya masih ada beberapa course lagi. OMG! Mau sampe kapan tuh pesta? Tapi harus gue akui, makanannya enak banget. Hehehe… (teuteup… yang penting makanan)

Akhirnya gue n Nana udah cukup merasa kekenyangan (dan bingung ngeliatin tarian-tarian vulgar) membulatkan tekat untuk berjalan menembus lautan manusia dan meja demi bisa ketemu dan salaman sama Frans.

Untungnya bisa ketemu. Setelah itu kita langsung ngacir pulang.

Haiyah… aneh-aneh aja.

Untuk sementara ini, acara pesta resepsi ini adalah pesta resepsi paling ajaib yang pernah gue hadiri. Pokoknya gue tinggal menunggu apakah di masa depan ada acara resepsi yang lebih ajaib dari ini yang akan gue hadiri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: