Oleh: ditogendut | 28 September 2008

Facebook dan Kenangan Masa Lalu


Your Hawaiian Name is:


Bane Nahele
Gue baru merasakan kegunaan dari Facebook (yaolo… telat banget ya?). Gue emang udah beberapa bulan punya account di facebook, tapi selama ini ya cuman seneng kirim-kirim virtual gift ke temen-temen gue, mainan sama virtual pet, dll. Selama itu, gue nggak pernah kepikiran buat memperluas jaringan sosial gue.

Sampai…

Dua hari yang lalu tiba-tiba ada friend request dari seseorang yang bernama “YPK Wijaya”.

Gue cuman bisa bengong liat nama itu. Nama itu membawa banyak banget memori dari masa lalu gue. Gimana nggak? 12 tahun hidup gue habis di sekolah yang bernama YPK Wijaya, pastilah memori gue udah sebejibun tentang nama itu.

Ternyata, ada seorang alumni YPK Wijaya yang membuat account baru di facebook dengan nama itu. Kelihatannya sih tujuannya untuk mengumpulkan semua alumni YPK Wijaya yang sudah tersebar ke sudut-sudut dunia ini.

Setelah gue approve-pun, gue masih nggak terlalu mengharapkan banyak. Karena toh mau gimana lagi? Gue aja udah lulus dari situ 11 tahun yang lalu, dan gue nggak pernah denger kabar dari temen2 lagi sejak itu. Parahnya lagi, tuh sekolah sudah nggak ada lagi sekarang. Gedung sekolah YPK Wijaya sekarang sudah berubah fungsi menjadi sebuah kampus. Hahaha…

Ternyata, surprise… surprise… besoknya ada seseorang bernama Andreanes yang minta gue add sebagai friend di facebook.

Sekali lagi gue ngerem. Kenapa? Karena Andreanes alias JABON (kepanjangannya tanya aja sama dia sendiri) itu adalah senior gue di SMU YPK Wijaya. Dia setahun di atas gue, dan dia juga senior gue di PasKib (IYE! Gue dulu anggota PasKib! Kenape? Keberatan? Grrr…)

Gue ikut PasKib di SMU sudah persis sama seperti waktu gue jadi anggota PaDus di Universitas. Segalanya gue curahkan untuk PasKib. Pokoknya belajar nggak boleh MENGganggu PasKib. Huahahaha…

Cuman melihat dia saja, rasanya kepala gue langsung diterpa oleh badai memori 3 tahun gue jadi anggota PasKib. Mulai dari dicemplungin ke dalam empang, lari-lari muterin sekolah dengan wajah coreng moreng dengan cat minyak, dijemur dari pagi sampai sore, latihan formasi tiap pulang sekolah sampai maghrib, berdebat tentang formasi yang dibuat, pokoknya semua memori langsung ciung… ciung…. ciung… beterbangan di kepala gue.

Ahhh… jadi kebayang, gimana rasanya jadi orang yang jadi alumni sekolahan yang sampai sekarang masih ada. Pasti enak ya? Tiap pengen nostalgia, tinggal main aja ke sekolah itu. Hahaha…

Gue nggak bisa seperti itu. TK gue waktu masih Nol Kecil sudah digusur sejak lama. Trus sejak TK Nol Besar sampai gue lulus SMU, gue terus sekolah di YPK Wijaya (nggak bosen2 ya?). Sejak YPK Wijaya dirubah jadi kampus, gue dan temen-temen gue jadi nggak punya tempat untuk bernostalgia.

Apa mungkin gue bawa kutukan buat sekolahan yang pernah gue pakai sebagai tempat belajar? Sekolah tempat gue belajar, semua digusur. Mungkin aja kan? Tapi apa bisa ya Universitas Tarumanagara dan Universitas Indonesia digusur? Wakakaka… gak mungkin banget. Kampus2 segede gaban gitu gimana cara ngegusurnya?

Bisa aja sih… kalo Indonesia diinvasi oleh Amerika, dan kampus2 gue semua jadi sasaran rudal dan hancur semuanya. Pasti mau gak mau harus tergusur. Wakakaka… jauh banget ngayalnya.

Hhh… banyak banget kenangan2 gue di sekolah itu. Tapi sayangnya jaman2 itu (1986-1998) belum ada kamera digital, sedangkan kalau pakai kamera biasa, film-nya mahal. Belum lagi kalau harus nyuci film dan nyetak fotonya. Wew… 50.000 ribu aja bisa habis kali (inget! 50.000 tahun 80an dan 90an nilainya sama seperti 450.000-nya jaman sekarang!)

Karena itulah gue sama sekali nggak punya foto-foto kenangan waktu gue SMA. Hiks… Sedihnya jadi orang yang nggak punya kenangan masa lalu (lebay mode – on).

Tapi bener tuh. Gue mungkin cocok jadi agen rahasia, karena gue sedikit banget punya foto kenangan masa lalu. Jadi kalo ada orang yang mau menyelidiki masa lalu gue, pasti rada kesulitan. Hehehe…

Duh… jadi ngelantur kan? Ntar deh, mungkin di postingan selanjutnya gue cerita tentang kenangan-kenangan waktu SMU. Hieh… sudah 11 tahun yang lalu men! I feel so old.

Tapi tunggu… 11 tahun lalu dari sekarang… hmm… berarti gue lulus SMU umur 16 ya? Baru nyadar gue.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: