Oleh: ditogendut | 12 Oktober 2008

Another One FINALLY Married


Kemarin, hari Sabtu tanggal 11 Oktober 2008, Cucut akhirnya menikah.

Huweee… huwee… huweee… HUWEEE…!!! (tangisan terharu) – Apa coba?

Yah, pokoknya begitulah. Dia telah sukses menjadi istri orang.

Gue berangkat ke gedung perkawinannya (gue selalu susah mengingat2 nama tempat, jadi gue lupa nama gedungnya. Yang gue inget cuman tuh gedungnya ada di sebelah UKI) bersama-sama dengan Astri dan Donny yang menjemput gue di rumah sekitar jam 7 pagi.

Kita sampai di gedung sekitar jam 8.15. Ternyata kita sudah terlambat untuk mengikuti acara akad nikah. Hmmm… sepertinya Cucut emang sengaja nyuruh penghulunya cepet-cepet melangsungkan Ijab Qobul karena gue pernah bilang ke dia kalo gue mau ngegangguin Ijab Qobul-nya dengan berteriak “NGGAK SAH!”, sehingga Ijab Qobul terpaksa diulang. Khikhikhi…

Tapi ternyata tanpa gangguan dari gue-pun, Ijab Qobul si Cucut memang mengalami pengulangan karena suaminya lupa menyebutkan mas kawin-nya.

Hieh… Padahal gue cuman bercanda doang pas ngancem dia, tapi ternyata memang terjadi. Oh well, nggak apa-apa. Yang penting pas di pengulangannya udah langsung bener.

Gue masuk ke gedung pas mereka sudah mulai acara sungkem ke orang tua. Berarti detik itu gue melihat Cucut sang ‘istri orang’. Sudah tidak ada lagi si Cucut yang biasanya. Sedih juga sih, karena gue nggak bisa ngeliat dia di detik-detik terakhirnya sebagai lajang. Hiks…

Well, setelah acara akad nikah dan sungkem2 dan juga adat2 lainnya, disusul dengan acara sawer. Hehehe… Anak kecil langsung pada kumpul2 buat rebutan duit yang disebar.

Oh iya, pas acara akad nikah sampai dengan acara sawer, Cucut pakai kebaya putih. Kebaya kuning seperti yang ada di foto di atas adalah kebaya yang dipakai di acara resepsi.

Setelah sawer, semuanya langsung siap-siap ganti baju. Semua temen-temen Cucut diminta jadi pager ayu n pager bagus (Ibu Gajah sempet salah nyebut Pager Bagus sebagai PAGAR BETIS! Hieh… PENGHINAAN!!!), jadilah mereka semua harus ganti baju karena acara resepsi sudah akan dimulai jam 11.

Nggak terburu2 sih, karena acara sawer selesai jam 9. Jadinya masih ada waktu 2 jam buat dandan. Tapi biasa, para bidadari2 itu kan perlu THE WHOLE ETERNITY cuman buat dandan. Tapi dandan-nya mereka nggak sia-sia, karena semuanya kelihatan cantik-cantik. Drooolll… Hehehe… (nyebut… nyebut… si Ibu Paus udah istri orang… wakakaka…)

Oh iya, sekarang mari kita meng-absen siapa saja yang hadir. Pertama adalah Ibu Gajah sang penanggung jawab publikasi, BuTai, Ibu Paus, Nyamuk, Sapi, Kupu-Kupu Ungu, dan Anjing Langit. Mereka semua berperan sebagai Pager Ayu.

Para cowok yang datang adalah Laler, Landak, Sotong, Donny, dan gue sang Burung Hantu. Landak dan Laler berperan sebagai Pager Bagus. Donny juga seharusnya menjadi Pager Bagus, tapi sayang beskap-nya nggak muat, jadi dia berubah peran menjadi penggembira. Gue dan Sotong berperan sebagai Among Tamu, tapi karena ternyata posisi ini tidak terlalu berfungsi, jadilah Sotong berubah peran menjadi penggembira juga, sementara gue jadi self annointed seksi dokumentasi yang sok sibuk motretin segala hal.

Sedangkan setelah acara berlangsung, teman-teman lainnya dari Paduan Suara yang hadir adalah Chiky, Doggy, Anak Monyet, Bulbul, Ria, Dukun, Sisi. Dari fakultas hukum diwakili oleh Lebah, Nyonyo (beserta calon suami), dan Desi (beserta calon suami).

Yah, lumayan rame lah. Hehehe… Sayangnya Beruang Madu nggak bisa hadir karena dia harus bantuin belanja persediaan salon mama-nya.

Makannya lumayan banyak n enak-enak (dasarnya gue, makanan juga harus dibahas). Sayangnya gue nggak bisa makan banyak, karena dari awal acara gue sibuk foto-foto melulu, jadinya pas gue mau mulai makan, segala makanan sudah pada habis. Hiks… KEMBALIKAN KAMBING GULING DAN DIMSUM GUE!!!

Tapi paling nggak gue masih bisa makan prasmanan sih, jadinya lumayan terhibur. Hehehe…

Sekali lagi, gue harus mengakui hebatnya para cewek-cewek. Mereka pakai sepatu hak tinggi dan harus tungtangtingting sepanjang acara. Gue sih nggak kebayang gimana rasanya tuh kaki mereka. Gue yang cuman pakai sepatu biasa aja udah pegel banget, apalagi mereka. Wew…

Tapi enaknya jadi perempuan juga harus gue akui. Nggak peduli penampilan mereka sehari-hari seperti apa, tapi kalau sudah dipoles pasti jadinya cakep banget. Contohnya ya si Cucut sendiri. Sehari-hari tomboy nggak jelas, tapi begitu jadi penganten langsung berubah jadi SEMOK abizzz.

Hieh… dasar cewek-cewek. Coba kalo para cowok, kita mah harus fitness kaya orang gila dulu, baru bisa dapet penampilan yang diharapkan (itupun kalau beruntung). Mereka cuman tinggal sret… sret… sumpel sana sumpel sini… langsung jadi (meskipun prosesnya butuh waktu lumayan sih, hehehe).

Oh iya, Anjing Langit pakai kebaya yang beda sendiri dibanding cewek-cewek lainnya. Yang lain pakai kebaya jawa brokat merah, sementara dia sendiri pake kebaya Bali warna merah marun. Kesannya dia jadi duta besar dari Bali di pesta kerajaan Sunda. Wakakaka…

Ada satu lagi duta besar nyasar. Si Ria, yang emang keturunan Papua sehingga kulitnya hitam, datang memakai kebaya hitam (oh God… she looks HOT in kebaya!), jadi kesannya seperti ada duta besar Papua. Wakakaka…

Sebenernya ada banyak kejadian lucu sih di acara itu, tapi yang paling gue inget adalah yang ini. Sebagai catatan, Ibu Paus adalah istri (bener-bener istri) si Sotong. Nah, pas acara resepsi sudah selesai, Ibu Paus sambil ngelipet kebayanya nanya ke Laler yang berdiri di deket gue “Sotong dimana?”.

Dengan wajah polos dan nada biasa, si Laler ngejawab, “Lagi di ruang ganti, bantuin cewek-cewek ganti baju.”

Ibu Paus cuman mengangguk2 sambil tetep konsen ngelipet kebayanya. Sampai kemudian jawaban si Laler perlahan-lahan mengendap di kepalanya, dan dia baru menyadari betapa ERROR-nya jawaban Laler itu. Dia langsung nengok ke arah Laler yang bales ngeliat ke arah Ibu Paus dengan cengiran lebar. Sementara gue udah sibuk ketawa.

Untung aja ternyata si Sotong lagi mojok sambil mendinginkan diri di depan AC, jadi bisa langsung kelihatan. Coba kalo nggak. Bisa-bisa ruang ganti langsung di bikin porak poranda oleh amukan Ikan Paus dari neraka. Kikikik…

Yah, setelah semua beres, gue bersama-sama dengan Astri dan Donny pamit pulang duluan, sementara yang lainnya denger-denger sih jalan-jalan dulu ke Plaza Semanggi.

Sampai rumah sudah hampir jam 4, dan gue langsung tidur dengan suksesnya. Pertama karena JAKARTA PANAS (sampai-sampai gue merasa meleleh di dalam jas gue), dan kedua karena gue emang lagi flu dan obat flu kan emang ada obat tidurnya, jadilah gue tewas sampai jam 9. Hehehe…

Begitu bangun langsung upload foto-foto acara pernikahan. Ibu Gajah sempet nelpon n kita ngobrol sekitar sejam, trus gue ngelanjutin tidur lagi deh. Hehehe…

Nah, begitulah ringkasa kejadian kemarin. Benar-benar salah satu hari yang gue harapkan untuk tidak akan pernah gue lupakan. Pertama karena ini adalah hari perkawinan Cucut, dan yang kedua karena ini adalah salah satu hari langka dimana temen-temen Paduan Suara Universitas Tarumanagara bisa berkumpul bersama.

Ahhh… Good memories…

Oh iya, buat yang pengen ngeliat hasil jepretan gue kemaren (ada 104 lembar men!), silahkan klik di sini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: